Night Run PWI Tuban Disorot, Sekadar Seremoni HPN?

oleh -27 Dilihat
oleh
Night Run PWI Tuban Disorot, Sekadar Seremoni HPN
Ratusan pelari saat mengikuti PWI Night Run.
banner 468x60

TUBAN, Garudasatunews.id – Ratusan pelari memadati kawasan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban pada Sabtu (4/4/2026) malam dalam gelaran PWI Night Run 2 yang diklaim sebagai puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan lari sejauh 5 kilometer ini menjadi sorotan, bukan hanya karena antusiasme peserta, tetapi juga efektivitasnya dalam merepresentasikan peran strategis organisasi pers di daerah.

Start dan finish dipusatkan di lokasi yang sama, dengan kehadiran sejumlah pejabat seperti Kapolres Tuban AKBP Alaiddin, Dandim 0811 Tuban Letkol Galih Sakti Pramudya, hingga perwakilan sponsor dan tokoh masyarakat. Namun, di balik kemeriahan acara, muncul pertanyaan mengenai substansi kegiatan yang lebih menonjolkan aspek seremonial dibandingkan penguatan fungsi pers itu sendiri.

Ketua PWI Tuban, Suwandi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk respon terhadap tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan serupa telah digelar sebelumnya dan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua dengan klaim lebih meriah.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Ini yang kedua kalinya dan lebih ramai dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

PWI Tuban juga mengaitkan kegiatan ini dengan upaya peningkatan literasi, mengingat sebelumnya telah digelar program Duta Literasi tingkat SMP se-Kabupaten Tuban. Namun demikian, belum terlihat indikator konkret sejauh mana kegiatan-kegiatan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas literasi masyarakat.

Di lokasi yang sama, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfi Hakim, memberikan apresiasi dan menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi PWI tidak hanya dalam bidang informasi, tetapi juga kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa peringatan HPN tidak harus terpusat pada seremoni formal, melainkan bisa dikembangkan melalui kegiatan yang melibatkan publik secara langsung.

“HPN biasanya diperingati 9 Februari, namun PWI di daerah tetap aktif menggelar kegiatan masing-masing. PWI Tuban salah satunya,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa kegiatan seperti fun run perlu diimbangi dengan program yang lebih menyentuh akar persoalan dunia pers, seperti peningkatan kualitas jurnalistik, independensi media, hingga perlindungan wartawan di daerah.

PWI diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan populis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pers yang sehat dan berintegritas. Tanpa itu, peringatan HPN berpotensi terjebak dalam rutinitas tahunan yang minim evaluasi substansi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.