Nahdlatut Turots Siapkan Enam Agenda Keilmuan di Muktamar NU

oleh -22 Dilihat
oleh
Nahdlatut Turots Siapkan Enam Agenda Keilmuan di Muktamar NU
Konsolidasi Nahdlatut Turots menjelang Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Nahdlatut Turots menyiapkan enam agenda keilmuan dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kajian, pelestarian, dan pengembangan khazanah keilmuan ulama Nusantara.

Agenda Nahdlatut Turots menjadi salah satu sisi keilmuan yang ikut mewarnai pelaksanaan Muktamar NU. Fokusnya bukan sekadar menghadirkan diskusi, tetapi juga mendorong agar warisan intelektual ulama Nusantara tetap terawat dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Nahdlatut Turots selama ini dikenal sebagai wadah yang menghimpun pegiat, peneliti, hingga pemilik naskah keilmuan berbasis pesantren. Gerakannya mencakup inventarisasi, konservasi, eksplorasi, kajian, hingga revitalisasi manuskrip, kitab dan karya tulis ulama Nusantara.

Kehadiran agenda tersebut juga memperlihatkan bahwa Muktamar NU tidak hanya menjadi forum organisasi dan kepemimpinan. Dimensi intelektual dan pelestarian tradisi keilmuan pesantren menjadi bagian penting yang ikut dibawa ke ruang publik.

Secara historis, Nahdlatut Turots dideklarasikan dalam momentum Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 2021. Wadah tersebut lahir dari kegelisahan terhadap semakin jauhnya generasi muda dari khazanah manuskrip dan karya ulama Nusantara. Salah satu orientasinya ialah membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya melestarikan warisan intelektual tersebut.

Pengembangan turots kemudian diarahkan tidak berhenti pada penyimpanan naskah. Nahdlatut Turots sebelumnya juga menjalankan digitalisasi manuskrip di sejumlah pesantren dan menyiapkan katalog agar karya-karya tersebut lebih mudah ditelusuri dan dikaji.

Dari perspektif keilmuan, agenda ini menjadi penting karena manuskrip dan karya ulama Nusantara merupakan sumber untuk membaca sejarah perkembangan Islam, tradisi pesantren, jaringan intelektual, serta corak pemikiran keagamaan di Indonesia.

Namun, tantangannya tidak ringan. Pelestarian turots membutuhkan proses panjang, mulai dari identifikasi dan verifikasi naskah, konservasi fisik, digitalisasi, penelitian filologi, hingga penerbitan hasil kajian. Karena itu, agenda keilmuan dalam Muktamar NU dapat menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam penelitian dan pelestarian warisan intelektual pesantren.

Sebelumnya, Nahdlatut Turots juga telah mendorong pembentukan pesantren tahqiq dan pusat penerbitan turots sebagai bagian dari upaya konservasi, pembelajaran, serta penyebarluasan karya ulama Nusantara.

Dengan demikian, enam agenda keilmuan di Tambakberas tidak hanya dapat dibaca sebagai kegiatan pendamping Muktamar. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan tradisi intelektual pesantren dengan kebutuhan dokumentasi, penelitian dan literasi di era digital.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.