Muswil ICMI Jatim Tegaskan Intelektual Penuntun Peradaban

oleh -26 Dilihat
oleh
Muswil ICMI Jatim Tegaskan Intelektual Penuntun Peradaban
Muswil ICMI Jatim Tegaskan Intelektual Penuntun Peradaban
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur menegaskan pentingnya memperkuat peran kaum intelektual sebagai penuntun arah peradaban di tengah tantangan disrupsi teknologi, polarisasi sosial, krisis etika publik, serta menurunnya kualitas ruang dialog kebangsaan. Penegasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ICMI Jawa Timur 2026 yang digelar di Gedung Plaza Airlangga Lantai 5, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Sabtu (4/7/2026).

Mengusung tema “Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif”, Muswil menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah kebijakan ICMI Jawa Timur untuk periode 2026–2031.

Rangkaian kegiatan diawali Seminar Nasional yang menghadirkan akademisi, pimpinan daerah, tokoh agama, dan cendekiawan lintas iman. Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, antara lain pembangunan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan, penguatan budaya riset, pengembangan ekonomi berkeadilan, hingga penguatan dialog lintas agama sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa.

Seminar menghadirkan Ketua ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, Prof. Arief Satria, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Prof. Nafik Hadi Ryandono, Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Jawa Timur Dr. Daniel Rohi, dengan Prof. Hesti Arimulan sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Prof. Arief Satria menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi berpikir rasional sebagai fondasi kemajuan bangsa. Menurutnya, ilmu pengetahuan tidak cukup berhenti sebagai kajian akademik, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan, inovasi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan kehilangan maknanya apabila hanya berhenti di ruang akademik. Ilmu harus menjadi kekuatan yang membebaskan manusia dari kemiskinan, ketidakadilan, kebodohan, dan berbagai bentuk dehumanisasi. Karena itu, ilmu harus diabdikan bagi kesejahteraan manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Daniel Rohi menilai tantangan sosial yang dihadapi Indonesia memerlukan ruang dialog yang terbuka dan kolaboratif. Menurutnya, menguatnya sikap eksklusif berpotensi menghambat upaya membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis.

Ia menyebut kehadiran tokoh lintas agama dalam Seminar Nasional ICMI menjadi simbol penting bahwa kerja sama antarelemen bangsa tetap menjadi modal dalam memperkuat persatuan serta karakter kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Setelah seminar, Muswil dilanjutkan dengan agenda internal organisasi yang meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026, pembahasan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2026–2031.

Melalui Muswil tersebut, ICMI Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat peran organisasi sebagai wadah cendekiawan yang tidak hanya melahirkan gagasan, tetapi juga memberikan kontribusi moral dan intelektual dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Forum ini juga menegaskan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang berbasis ilmu pengetahuan, berintegritas, inklusif, serta mampu merespons dinamika perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan kebutuhan masyarakat.

Hasil Muswil 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kontribusi para cendekiawan dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kepentingan publik dan transformasi sosial yang berkeadilan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.