MTQ Jombang Dibuka, Partisipasi Tinggi Disorot

oleh -32 Dilihat
oleh
MTQ Jombang Dibuka, Partisipasi Tinggi Disorot
Pembukaan MTQ ke-32 di pendapa Kabupaten Jombang, Selasa (28/4/2026)
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-32 tingkat Kabupaten Jombang resmi dibuka pada Senin malam (27/4/2026) di Pendapa Kabupaten Jombang, dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kecamatan.

Pembukaan ajang tahunan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Jombang Agus Purnomo yang mewakili Bupati Warsubi, serta Ketua Tim Penggerak PKK Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi. Seremoni ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya kegiatan.

Dalam sambutannya, Agus Purnomo menegaskan MTQ tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan karakter generasi muda melalui internalisasi nilai-nilai Alquran. Ia mendorong peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi etika dan kepercayaan diri.

Namun, pelaksanaan MTQ juga menjadi perhatian terkait efektivitas output kegiatan seremonial keagamaan terhadap pembinaan berkelanjutan. Penekanan terhadap peran Dewan Hakim untuk menjaga objektivitas dan integritas penilaian menjadi sorotan, mengingat ajang ini berfungsi sebagai seleksi menuju tingkat yang lebih tinggi.

Data panitia mencatat sebanyak 818 pendaftar, dengan 792 peserta dinyatakan lolos verifikasi untuk mengikuti berbagai cabang lomba. Tingginya angka partisipasi ini menunjukkan antusiasme masyarakat, sekaligus menjadi indikator meningkatnya minat terhadap kegiatan keagamaan di tingkat daerah.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2026, yang tersebar di sejumlah titik, termasuk Masjid Agung Baitul Mukminin, Islamic Center, serta kantor pemerintahan dan Kementerian Agama setempat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jombang, Purwanto, menyebut tingginya partisipasi sebagai peluang menjaring kader-kader unggul. Meski demikian, efektivitas pembinaan pasca-MTQ tetap menjadi tantangan, terutama dalam memastikan bahwa hasil kompetisi tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada penguatan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.