MPR RI Ziarah ke Bung Karno, Serukan Persatuan Bangsa

oleh -37 Dilihat
oleh
MPR RI Ziarah ke Bung Karno, Serukan Persatuan Bangsa
MPR RI Ziarah ke Bung Karno, Serukan Persatuan Bangsa
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, jajaran pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) periode 2024–2029 melakukan ziarah ke Makam Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. H. Soekarno, di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). Dalam kesempatan itu, pimpinan MPR RI menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan, ziarah ke Makam Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa sekaligus ungkapan syukur atas lebih dari delapan dekade kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat perjuangan Ir. Soekarno sebagai Proklamator dan penggagas Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam keterangannya, Muzani mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa.

“Meskipun kita berbeda tujuan, berbeda pandangan, berbeda latar belakang, bahkan mungkin berbeda pilihan politik, kita semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia. Rumah besar Indonesia adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga, rawat, dan pertahankan persatuannya,” ujar Ahmad Muzani.

Tradisi ziarah tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian refleksi kebangsaan MPR RI menjelang Hari Kemerdekaan. Muzani menjelaskan, lokasi ziarah selalu berganti setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Pada HUT RI 2025, pimpinan MPR RI melakukan napak tilas di Rengasdengklok, sementara pada tahun ini penghormatan dipusatkan di Makam Bung Karno. Setelah dari Blitar, pimpinan MPR RI dijadwalkan melanjutkan ziarah ke Makam Mohammad Hatta pada Jumat mendatang sebagai penghormatan kepada Dwitunggal Proklamator Indonesia.

Selain menjadi agenda penghormatan sejarah, ziarah tersebut juga mengandung pesan strategis mengenai pentingnya menjaga stabilitas nasional menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Menurut Muzani, perjalanan panjang Indonesia telah melewati berbagai krisis dan tantangan yang hanya dapat dihadapi karena bangsa ini mampu mempertahankan persatuan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong, mulai dari lingkungan desa, perkotaan hingga kawasan permukiman. Penghormatan kepada para pendiri bangsa, guru, dan orang tua, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya memperkuat solidaritas sosial sebagai fondasi kemajuan Indonesia.

“Bahwa 80 tahun sudah kita merdeka adalah waktu yang cukup panjang dan kita akan menjadi bangsa yang lebih baik. Kita hanya akan lebih baik jika bersatu dalam keberagaman. Persatuan adalah syarat untuk menjadi bangsa yang besar, kuat, dan berwibawa,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menyambut positif kunjungan pimpinan MPR RI ke Makam Bung Karno. Ia menilai tradisi ziarah tersebut memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan.

Menurut Syauqul, kehadiran pimpinan MPR RI sebagai lembaga yang memegang mandat konstitusional memperkuat nilai historis dan kebangsaan dari tradisi ziarah tersebut. Ia berharap semangat menghormati jasa para pahlawan terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari upaya merawat persatuan dan keutuhan NKRI.

“Setiap tahun mengunjungi makam proklamator ini merupakan tradisi yang baik karena selalu mengingat pendiri bangsa ini,” ujarnya.

Syauqul menambahkan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk terus mendoakan serta menjaga warisan perjuangan para pendiri bangsa agar nilai-nilai nasionalisme tetap hidup di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.