MPLS Surabaya Fokus Literasi Digital dan Antinarkoba

oleh -32 Dilihat
oleh
MPLS-Surabaya-Fokus-Literasi-Digital-dan-Antinarkoba
MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 13 Juli 2026 berlangsung tanpa praktik perpeloncoan dan mengedepankan pembentukan karakter peserta didik. Selain pengenalan lingkungan sekolah, siswa baru juga akan menerima pembekalan literasi digital, pencegahan penyalahgunaan narkotika, keamanan di ruang siber, serta layanan cek kesehatan gratis.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan seluruh satuan pendidikan negeri maupun swasta telah menerima sosialisasi mengenai pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen). Seluruh sekolah diminta menjalankan kegiatan secara edukatif, aman, dan ramah anak.

Menurut Febrina, selama pelaksanaan MPLS, peserta didik akan diperkenalkan dengan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tenaga pendidik, program unggulan, serta berbagai fasilitas yang tersedia. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi siswa sekaligus menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sejak awal tahun ajaran.

Pada penyelenggaraan MPLS tahun ini, Dispendik Surabaya juga memperluas materi pembinaan melalui kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, kepolisian siber, serta sejumlah instansi terkait. Sinergi tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, penggunaan perangkat digital secara bertanggung jawab, keamanan bermedia sosial, hingga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin berkembang.

Literasi digital menjadi salah satu materi utama mengingat tingginya intensitas penggunaan internet oleh kalangan pelajar. Siswa akan dibekali kemampuan mengenali konten berisiko, memahami etika berinteraksi di ruang digital, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan penyalahgunaan media sosial yang dapat menyasar anak dan remaja.

Dispendik juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan karakter. Melalui komunikasi yang terbuka antara keluarga dan sekolah, pendampingan terhadap penggunaan telepon genggam maupun aktivitas digital anak diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Dispendik, koordinasi yang baik antara sekolah dan keluarga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi sejak dini apabila muncul perubahan perilaku peserta didik, seperti menurunnya motivasi belajar, kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, atau perubahan sikap yang tidak biasa. Apabila diperlukan, sekolah akan berkoordinasi dengan psikolog maupun tenaga pendamping profesional agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Selain pembinaan karakter dan literasi digital, MPLS 2026 juga diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dispendik bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Program tersebut bertujuan memastikan kondisi kesehatan peserta didik baru sejak awal memasuki tahun ajaran sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.

Melalui pelaksanaan MPLS yang melibatkan berbagai instansi, Pemkot Surabaya berharap peserta didik tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keamanan digital, bahaya narkotika, pentingnya menjaga kesehatan, serta karakter yang kuat sebagai bekal mengikuti proses pendidikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.