MoU 137 SLB–Industri, Efektivitas Dipertanyakan

oleh -29 Dilihat
oleh
MoU 137 SLB–Industri, Efektivitas Dipertanyakan
Sebanyak 137 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jatim menjalin kolaborasi strategis bersama PT Indobismar
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) menggandeng PT Indobismar melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama 137 Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Jatim, Senin (6/4/2026), di tengah tuntutan peningkatan nyata kualitas lulusan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang selama ini dinilai belum sepenuhnya terserap dunia kerja.

Kerja sama tersebut diklaim berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan siswa melalui program magang serta pelatihan khusus. Namun, publik menyoroti sejauh mana implementasi program ini mampu menjawab persoalan klasik minimnya akses kerja bagi lulusan SLB.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan khusus dan kebutuhan industri. Ia menilai pendekatan aplikatif menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi siswa.

“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak didik kami yang berkebutuhan khusus untuk belajar secara langsung serta memiliki kesempatan yang sama,” ujarnya, Selasa (6/4/2026).

Meski demikian, pernyataan tersebut masih menyisakan pertanyaan terkait indikator keberhasilan program, termasuk target penyerapan tenaga kerja dan keberlanjutan pelatihan bagi siswa setelah lulus.

Aries menegaskan pentingnya keterampilan yang relevan agar lulusan SLB mampu bersaing dan percaya diri di tengah tuntutan pasar kerja yang semakin kompetitif.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi sekat antara lulusan SLB dengan dunia kerja. Mereka juga memiliki peluang yang sama,” tuturnya.

Di sisi lain, CEO PT Indobismar, Siswanto, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia bagi penyandang disabilitas. Ia menilai setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pelatihan intensif.

“Kami percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi masing-masing. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa SLB untuk belajar,” jelasnya.

Perusahaan disebut akan menyediakan program praktik kerja lapangan hingga peluang rekrutmen. Namun, efektivitas skema pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa masih perlu diuji dalam praktik di lapangan.

“Kami ingin memberikan ruang bagi siswa SLB untuk berlatih, dan nantinya dapat berkontribusi di dunia kerja sesuai dengan kemampuan mereka,” pungkasnya.

Langkah kolaborasi ini menjadi awal, tetapi tanpa transparansi capaian dan evaluasi berkala, kerja sama berisiko berhenti pada seremoni administratif tanpa dampak signifikan bagi masa depan lulusan SLB di Jawa Timur. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.