Mortir Aktif Ditemukan Warga di Sungai Pinggirsari

oleh -113 Dilihat
oleh
Mortir Aktif Ditemukan Warga di Sungai Pinggirsari
Mortir yang ditemukan warga Kelurahan Pinggirsari Ponorogo.
banner 468x60

PONOROGO Garudasatunews.id – Warga Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan Ponorogo Kota, Kabupaten Ponorogo digegerkan dengan penemuan mortir berukuran besar yang diduga masih aktif di tepi sungai setempat, Senin (9/3/2026). Amunisi berbahaya tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang warga saat sedang memancing.

Mortir pertama kali ditemukan oleh Edi Kusdianto, warga Jalan Tlutur, Kelurahan Pinggirsari. Saat hendak memancing di sungai yang berada tidak jauh dari rumahnya, ia melihat ujung benda logam mencuat dari dalam tanah di pinggir sungai.

Mengira benda tersebut hanya potongan besi bekas, Edi kemudian mencoba mencabutnya dengan tangan. Namun setelah berhasil diangkat dari tanah, ia terkejut karena bentuknya menyerupai mortir.

“Ya saya mengambilnya pakai tangan saja, saya kira cuma besi,” ujar Edi.

Saat ditemukan, sebagian badan mortir masih tertanam di tanah di tepi sungai. Karena khawatir berbahaya, Edi bersama rekannya memindahkan benda tersebut ke belakang rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penemuan.

Setelah memastikan bentuknya menyerupai mortir, Edi segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian agar dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Setelah tahu ternyata mortir, langsung saya lapor polisi,” katanya.

Menerima laporan itu, petugas dari Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memasang garis pembatas untuk mengamankan area di sekitar lokasi penemuan.

Kepala SPKT Polres Ponorogo, Ipda Irwan P, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan mortir jenis artileri dengan ukuran cukup besar.

“Jenis mortir artileri dengan panjang sekitar 47 sentimeter dan diameter 17,5 sentimeter,” jelasnya.

Menurut Irwan, kondisi mortir tersebut masih aktif sehingga berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi warga apabila tidak segera ditangani secara profesional.

Untuk mengantisipasi risiko ledakan, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob Polda Jawa Timur guna melakukan penanganan bahan peledak sesuai prosedur standar.

“Saat ini kami berlakukan status quo di lokasi sambil menunggu kedatangan Tim Gegana Brimob Polda Jatim,” tegasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.