Menteri Dorong Jombang Perkuat Pengolahan Sampah

oleh -42 Dilihat
oleh
Menteri-Dorong-Jombang-Perkuat-Pengolahan-Sampaah
Menteri-Dorong-Jombang-Perkuat-Pengolahan-Sampaah
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jombang saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjardowo, Rabu (15/7/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, pemerintah pusat juga membuka peluang dukungan teknologi untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi sirkular di daerah.

Di hadapan Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Miftahul Ulum, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), dan tamu undangan, Menteri menyebut sistem pengelolaan sampah di Jombang sebagai salah satu inovasi daerah yang layak menjadi contoh. Menurutnya, pengelolaan sampah yang dibangun pemerintah daerah telah menunjukkan kemajuan signifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan Menteri, Kabupaten Jombang menghasilkan timbulan sampah sekitar 530 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 180 ton telah masuk ke fasilitas pengolahan. Namun, kapasitas alat yang tersedia saat ini baru mampu mengolah sekitar 35 ton per hari sehingga sebagian besar sampah belum dapat diproses secara optimal.

Untuk mengurangi beban TPA, Kementerian Lingkungan Hidup menilai kapasitas pengolahan perlu ditingkatkan hingga sekitar 200 ton per hari. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang berakhir sebagai residu serta meningkatkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Menteri juga menyoroti dominasi sampah organik yang diperkirakan mencapai 55 hingga 60 persen dari total timbulan sampah di Jombang. Menurutnya, apabila dipilah dan diolah secara tepat, sampah organik berpotensi menghasilkan produk bernilai ekonomi, termasuk biomassa berbentuk pellet sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara untuk sektor industri.

Selain pengembangan biomassa, Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan akan mengkaji kebutuhan teknologi tambahan, termasuk alat pirolisis maupun teknologi pengolahan lainnya. Kajian tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sampah yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

“Kami akan mempelajari teknologi yang dibutuhkan agar proses pengolahan semakin maksimal dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” kata Mohammad Jumhur Hidayat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Jombang Salmanudin menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan fasilitas pengolahan sampah di Kabupaten Jombang. Menurutnya, salah satu bentuk dukungan yang dibahas ialah pengadaan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif bagi industri.

Selain RDF, pemerintah daerah juga melihat peluang pengembangan teknologi pengolahan sampah organik menjadi wood pellet yang dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Selama peninjauan di TPA Banjardowo, Kepala DLH Kabupaten Jombang Miftahul Ulum memaparkan operasional fasilitas pengolahan sampah, mulai dari proses penyortiran hingga kinerja mesin pencacah. Menurutnya, infrastruktur yang dimiliki daerah telah memasuki tahap akhir pengembangan dan tinggal menunggu optimalisasi melalui sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

DLH Kabupaten Jombang menyatakan optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, meningkatkan manfaat ekologis, serta membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dan bahan baku industri.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.