Megawati Dinilai Tepat Jadi Utusan Perdamaian Korea

oleh -25 Dilihat
oleh
Megawati-Dinilai-Tepat-Jadi-Utusan-Perdamaian-Korea
Dubes Korsel dan Megawati Bahas Upaya Perdamaian Korea
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026) petang. Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan dialog damai di Semenanjung Korea, termasuk pandangan mengenai peran Megawati dalam mendorong komunikasi antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, Rokhmin Dahuri, dan Ahmad Basarah. Pembahasan difokuskan pada upaya membuka ruang dialog sebagai bagian dari penyelesaian damai konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Semenanjung Korea.

Duta Besar Yoon Soon-gu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengalaman Megawati dalam isu hubungan kedua Korea. Menurutnya, pengalaman serta kedekatan Megawati dengan Korea Selatan maupun Korea Utara menjadi modal penting untuk mendorong komunikasi yang konstruktif.

“Ibu Mega punya pengalaman, keahlian serta kedekatan dengan dua negara yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Sehingga menjadi modal sebagai perantara bagi kedua negara untuk mau bersama melakukan dialog damai di meja perundingan,” ujar Yoon.

Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah membuka dialog dengan Korea Utara tanpa membatasi proses tersebut dengan persyaratan awal. Menurutnya, komunikasi menjadi langkah mendasar dalam membangun kepercayaan antara kedua pihak.

Menanggapi hal tersebut, Megawati mengungkapkan pengalamannya ketika dipercaya sebagai utusan perdamaian oleh Presiden Korea Selatan saat itu, Kim Dae-jung. Dalam kapasitas tersebut, ia mengaku pernah mengusulkan berbagai langkah kemanusiaan dan kerja sama sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian berkelanjutan.

Megawati menjelaskan bahwa salah satu usulannya adalah penyelenggaraan pertemuan dan reuni keluarga yang terpisah akibat pembagian wilayah di kawasan perbatasan Panmunjom. Selain itu, ia juga mendorong terbentuknya kerja sama ekonomi antara Korea Selatan dan Korea Utara sebagai fondasi penguatan hubungan kedua negara.

Menurut Megawati, pendekatan kemanusiaan dan kerja sama ekonomi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat dialog serta mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa Presiden Korea Selatan saat ini berasal dari Partai Demokrat, sama seperti Kim Dae-jung. Kesamaan latar belakang politik tersebut dinilai memiliki kesinambungan pandangan mengenai pentingnya penyelesaian persoalan Semenanjung Korea melalui jalur dialog.

Di akhir pertemuan, Duta Besar Yoon menyatakan pandangannya bahwa pengalaman dan hubungan baik Megawati dengan kedua pihak menjadikannya figur yang layak dipertimbangkan sebagai utusan khusus (special envoy) dalam mendorong proses perdamaian di Semenanjung Korea. Ia juga menyampaikan akan melaporkan hasil pembicaraan tersebut kepada Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Duta Besar Korea Selatan dalam forum pertemuan tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari Pemerintah Korea Selatan mengenai penunjukan Megawati sebagai utusan khusus maupun keputusan resmi terkait tindak lanjut usulan tersebut.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.