Megalitik Bondowoso Perkuat Geopark Dunia

oleh -172 Dilihat
Megalitik Bondowoso Perkuat Geopark Dunia
Tim Ahli Cagar Budaya Bondowoso, Hery Kusdaryanto (tengah) dalam acara Talkshow Seni dan Budaya yang digelar JMSI Bondowoso beberapa waktu lalu.
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Bondowoso menegaskan penguatan Unesco Global Geopark tidak hanya bertumpu pada lanskap geologi, tetapi juga pada pelestarian warisan budaya dan tinggalan megalitik sebagai identitas daerah.

Anggota TACB Bondowoso, Hery Kusdaryanto, menyebut Bondowoso sebagai “emas peradaban” yang belum dikelola optimal. Ia mengungkapkan, sejak 1898 peneliti Belanda telah mencatat kekayaan tinggalan megalitik di wilayah tersebut sebagai salah satu yang terlengkap di Indonesia.

“Variasinya luar biasa, mulai dari situs pemujaan, penguburan, hingga permukiman. Kita tua secara peradaban dan itu harus lestari untuk anak cucu,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan Geopark harus dibangun melalui sinergi lintas sektor dan pelibatan aktif masyarakat. Revitalisasi situs megalitik di sejumlah desa dilakukan dengan konsep museum terbuka (open museum) berbasis komunitas.

Menhir, kubur batu, dan batu ritual yang tersebar direvitalisasi secara sederhana agar menjadi destinasi wisata edukatif.

Langkah ini dinilai memberi dampak ganda, yakni menjaga kelestarian cagar budaya sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui paket wisata terintegrasi dengan seni tradisi dan kuliner khas daerah.

Selain warisan benda, TACB juga mendorong perlindungan Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Pada 2025, tiga unsur budaya ditetapkan sebagai WBTb, yakni Tape Bondowoso, Topeng Konah, serta tradisi Ngideri atau slametan gugur gunung.

“Perlindungan ini penting agar identitas kita tidak punah dan tidak diklaim pihak lain,” tegasnya.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.