Media Diingatkan Risiko AI, Platform Dominasi Konten

oleh -38 Dilihat
oleh
Media Diingatkan Risiko AI, Platform Dominasi Konten
Workshop kolaborasi antara Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Meta bertajuk #NgobroldiMeta di ARTOTEL Suites Bianti pada 9–10 April 2026 menyoroti tantangan dan peluang penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam industri media digital, sekaligus mendorong newsroom beradaptasi dengan perubahan platform daring.
banner 468x60

YOGYAKARTA, Garudasatunews.id – Kolaborasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Meta dalam workshop #NgobroldiMeta mengungkap tekanan baru yang dihadapi industri media digital akibat pesatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI). Forum yang digelar di ARTOTEL Suites Bianti pada 9–10 April 2026 itu menyoroti perubahan drastis pola kerja redaksi hingga potensi ketergantungan media terhadap platform digital.

Workshop yang diikuti 15 pelaku media dari Jawa dan DIY ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital tidak lagi bersifat opsional. Perubahan algoritma dan distribusi konten di platform seperti Meta disebut telah memaksa newsroom beradaptasi cepat, bahkan berisiko tertinggal jika tidak mengikuti arus teknologi.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengakui bahwa kemunculan AI telah menggeser pola produksi jurnalistik. Redaksi tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus menyesuaikan diri dengan sistem distribusi berbasis platform yang terus berubah.

Namun di balik dorongan adaptasi, muncul kekhawatiran terkait independensi media. Ketergantungan pada platform digital dinilai dapat memengaruhi arah produksi konten, terutama jika media hanya berorientasi pada jangkauan dan performa algoritma.

Ketua Komite Publisher Rights, Suprapto Sastro Atmojo, menilai kolaborasi dengan platform seperti Meta menjadi kebutuhan strategis. Meski demikian, ia menekankan pentingnya keseimbangan agar media tidak kehilangan kontrol terhadap kualitas dan integritas jurnalistik.

Pada sesi pertama, Meta mendorong penggunaan AI secara etis dengan menekankan aspek verifikasi, akurasi, dan penanganan misinformasi. Standar komunitas platform juga diperkenalkan sebagai acuan dalam menjaga konten tetap aman dan sesuai kebijakan.

Meski demikian, penerapan standar tersebut memunculkan pertanyaan baru terkait batas kontrol platform terhadap konten media. Dalam praktiknya, kebijakan platform dapat menentukan distribusi bahkan visibilitas berita, yang berpotensi memengaruhi independensi redaksi.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan berbagai alat berbasis AI untuk mendukung produksi konten. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi kerja newsroom, namun di sisi lain memunculkan risiko penyederhanaan proses jurnalistik jika tidak diawasi secara ketat.

Workshop ini menegaskan bahwa masa depan media digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi, tetapi juga oleh sejauh mana media mampu menjaga independensi di tengah dominasi platform dan otomatisasi teknologi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.