Mbak Wali Kenalkan IPLT, Operasional Maret 2026

oleh -321 Dilihat
Mbak Wali Kenalkan IPLT, Operasional Maret 2026
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang akrab disapa Mbak Wali meresmikan Taman Ramah IPLT.
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak warga senam bersama di Taman Ramah kawasan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kelurahan Campurejo, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini tak sekadar ajang kebugaran, tetapi juga sarana edukasi publik tentang pentingnya sanitasi dan pengelolaan limbah domestik.

Wali kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menegaskan, IPLT kini tidak lagi identik dengan kawasan kumuh dan berbau, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang publik edukatif yang ramah masyarakat.

“Kegiatan ini bentuk komitmen kami membangun masyarakat yang sehat dan produktif, sekaligus mengenalkan Taman Ramah di kawasan IPLT. Fungsinya sangat penting untuk mendukung sanitasi layak dan mencegah penyakit,” tegas Mbak Wali.

Dalam kesempatan itu, Mbak Wali menekankan pentingnya kesadaran warga dalam pengelolaan limbah tinja. Ia meminta Dinas PUPR bersinergi dengan kelurahan dan kecamatan agar IPLT dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, termasuk bagi pelajar.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga aset kota dengan tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah bernilai ekonomi, serta merawat tanaman agar kawasan tersebut menjadi ikon baru kebanggaan warga Campurejo.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartikasari menjelaskan, pembangunan IPLT telah melalui tahapan bertahap. Pembangunan fisik rampung pada 2024, akses jalan diselesaikan pada 2025, dan 2026 difokuskan pada persiapan operasional.

“Petugas operasional akan dilatih bekerja sama dengan Balai Sanitasi agar IPLT bisa mulai beroperasi pada Maret 2026,” jelas Endang.

Selain itu, Pemkot Kediri tengah menyiapkan regulasi pendukung berupa pembentukan UPT, Perda Air Limbah, serta skema Sedot Lumpur Tinja Terjadwal.

Dengan kapasitas 15 meter kubik per hari, IPLT Kediri diproyeksikan mampu melayani hingga 50.000 kepala keluarga sampai tahun 2030.

“Ke depan, sedot lumpur tinja akan dijadwalkan secara berkala. Idealnya setiap 3–5 tahun agar tidak mencemari air tanah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran OPD, Forkopimcam Mojoroto, serta kader masyarakat yang berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan Kota Kediri yang bersih dan sehat.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.