Mbak Wali Ajak Generasi Muda Bijak Hadapi Era Digital

oleh -18 Dilihat
oleh
Mbak Wali Ajak Generasi Muda Bijak Hadapi Era Digital
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengikuti pengajian bersama Habib Husein Ja'far Al Hadar
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak generasi muda lebih bijak menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Pesan tersebut disampaikan saat mengikuti pengajian bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar dalam rangkaian SYIAR 2026, Jumat (4/9/2026).

Vinanda menilai perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudahan memperoleh informasi dan berkomunikasi harus diimbangi kemampuan memilah informasi serta menjaga nilai-nilai yang menjadi pegangan dalam kehidupan.

Menurutnya, generasi muda kini menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan masa depan, tetapi juga tekanan sosial di ruang digital. Fenomena fear of missing out (FOMO), perilaku konsumtif, pinjaman online hingga judi online menjadi sejumlah persoalan yang perlu diwaspadai.

“Di tengah disrupsi ini kita tidak kehilangan arah,” kata Vinanda dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai pengajian dan ruang dialog keagamaan tetap relevan di tengah perubahan pola kehidupan masyarakat. Kegiatan semacam itu dinilai dapat menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari derasnya arus informasi, melakukan refleksi, sekaligus memperkuat nilai moral dan spiritual.

Vinanda juga menyoroti tingginya intensitas masyarakat menggunakan perangkat digital. Kondisi tersebut membuat generasi muda semakin dekat dengan berbagai informasi dan tren yang berubah cepat.

Persoalannya bukan semata-mata pada teknologi, melainkan bagaimana teknologi digunakan. Kemampuan memanfaatkan ruang digital secara produktif sekaligus menghindari pengaruh negatif menjadi tantangan yang semakin penting.

Dalam konteks itu, literasi digital tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Generasi muda juga dituntut mampu berpikir kritis, membedakan informasi yang bermanfaat dan merugikan, serta tidak mudah terbawa arus tren di media sosial.

Vinanda mengatakan masyarakat perlu terus belajar agar mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan arah. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Habib Husein Ja’far Al Hadar di Kota Kediri dan berharap pengajian tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bukan karena kita sedang mencari siapa yang paling pintar soal agama. Tetapi karena kita semua, termasuk saya, adalah orang yang masih terus belajar,” ujarnya.

Pengajian tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Wakil Direktur Eksekutif I KDEKS Jawa Timur Abdul Mongid, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, unsur Forkopimda, Pj Sekda Kota Kediri Endang Kartika, sejumlah kepala OPD serta tamu undangan lainnya.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan tantangan generasi muda di era digital bukan hanya sebagai persoalan teknologi, tetapi juga persoalan ketahanan karakter. Di tengah derasnya informasi, kemampuan menjaga nalar, etika, produktivitas dan nilai keagamaan menjadi faktor penting agar transformasi digital tidak justru menyeret generasi muda pada perilaku yang merugikan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.