Mayat Pria Asal Gresik Ditemukan Terapung di Bengawan Solo

oleh -39 Dilihat
oleh
Mayat Pria Asal Gresik Ditemukan Terapung di Bengawan Solo
Proses evakuasi jenazah pria asal Gresik yang ditemukan terapung di Bengawan Solo, Desa Karangbinangun, Kabupaten Lamongan.
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Warga Dusun Ngajaran, Desa Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia yang terapung di aliran Sungai Bengawan Solo, Minggu (30/8/2026) sore.

Penemuan tersebut diketahui sekitar pukul 17.30 WIB setelah Sekretaris Desa Karanganom melaporkan kepada kepolisian adanya seseorang yang terlihat terapung di aliran sungai. Polisi kemudian bergerak ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut.

Kapolsek Karangbinangun IPTU I Wayan Sumantra, S.H., bersama anggota mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi. Petugas bersama warga membawa jasad korban ke tepi sungai sebelum selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Karangbinangun untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis atau visum luar, polisi menyatakan tidak menemukan luka bekas penganiayaan maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan inisial MP, warga Jalan Batam, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Identitas tersebut kemudian dibenarkan pihak keluarga berdasarkan ciri-ciri korban.

Saat ditemukan, korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 168 sentimeter. Korban mengenakan kaos hitam bermotif sleret putih pada bagian pundak serta sarung batik berwarna cokelat kombinasi cokelat tua dan muda.

Polisi juga menerima keterangan dari pihak keluarga bahwa korban diduga mengalami depresi akibat sakit yang dideritanya dan tidak kunjung sembuh. Namun, informasi tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan tunggal mengenai penyebab kematian.

Dari sisi penanganan perkara, kepolisian tetap melakukan pemeriksaan sesuai prosedur untuk memastikan kondisi dan penyebab meninggalnya korban. Tidak ditemukannya tanda kekerasan pada pemeriksaan luar menjadi salah satu temuan awal, sementara penyebab pasti kematian tetap menjadi ranah pemeriksaan medis.

Kasus penemuan jenazah di aliran Bengawan Solo tersebut menunjukkan pentingnya proses identifikasi dan pemeriksaan secara cermat sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. Polisi memastikan tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.