Manggis Disebut Superfood, Klaim Manfaat Perlu Uji Ilmiah

oleh -25 Dilihat
oleh
Manggis Disebut Superfood, Klaim Manfaat Perlu Uji Ilmiah
Manggis Disebut Superfood, Klaim Manfaat Perlu Uji Ilmiah
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Popularitas buah manggis sebagai “buah ajaib” kembali mencuat, seiring beredarnya berbagai klaim manfaat kesehatan dari daging hingga kulitnya. Namun di balik narasi tersebut, muncul pertanyaan terkait validitas ilmiah dan sejauh mana manfaat itu benar-benar teruji secara klinis.

Manggis, buah tropis asal Asia Tenggara, dikenal luas dengan julukan “buah paling jujur” karena jumlah kelopak di bagian bawah kulitnya mencerminkan jumlah isi buah di dalamnya. Selain itu, manggis juga kerap disebut sebagai “ratu buah” karena bentuk dan rasanya yang khas.

Secara fisik, manggis memiliki kulit tebal berwarna ungu tua hingga kemerahan dengan tekstur keras. Daging buahnya berwarna putih, lembut, berair, dengan rasa manis bercampur sedikit asam. Kandungan nutrisi dalam daging buah disebut meliputi serat, karbohidrat, protein, serta vitamin A, C, dan B kompleks yang berperan dalam metabolisme tubuh.

Namun sorotan utama justru tertuju pada kulit manggis yang selama ini kerap dibuang. Kulit buah ini diklaim mengandung xanthone, senyawa antioksidan kuat yang diyakini mampu melawan radikal bebas pemicu kerusakan sel. Klaim ini berkembang hingga menyebut potensi pencegahan penyakit serius seperti kanker, meski belum seluruhnya didukung uji klinis skala besar.

Selain itu, manggis juga disebut memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa pihak mengaitkan kandungan tersebut dengan percepatan penyembuhan luka dan kemampuan melawan infeksi bakteri.

Di sektor kecantikan, ekstrak kulit manggis mulai banyak digunakan dalam produk perawatan wajah. Kandungan antibakterinya disebut efektif melawan bakteri penyebab jerawat. Namun, efektivitasnya masih bergantung pada formulasi produk dan standar uji dermatologis yang digunakan.

Seiring meningkatnya tren konsumsi herbal, manggis kini tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga diolah menjadi teh, sirup, hingga suplemen. Transformasi ini membuka peluang industri, namun sekaligus menuntut pengawasan ketat terkait klaim manfaat, dosis, serta keamanan konsumsi jangka panjang.

Di tengah maraknya promosi manggis sebagai superfood, para ahli mengingatkan pentingnya verifikasi ilmiah yang komprehensif agar masyarakat tidak terjebak pada klaim berlebihan tanpa dasar penelitian yang kuat.

(Red-Garudasatunews) 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.