Madura United Terancam Degradasi Usai Dibungkam Bhayangkara

oleh -30 Dilihat
oleh
Madura United Terancam Degradasi Usai Dibungkam Bhayangkara
Laga Madura United FC kala bertandang ke markas Bhayangkara FC, pada pekan ke-32 Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026). [Gambar: Madura United]
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Madura United FC gagal membawa pulang poin usai tumbang 3-1 dari tuan rumah Bhayangkara FC pada pekan ke-32 Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (11/5/2026). Kekalahan itu membuat posisi Laskar Sape Kerrab kian terjepit di papan bawah klasemen dan belum aman dari ancaman degradasi.

Hasil negatif tersebut menempatkan Madura United hanya satu tingkat di atas zona merah dengan selisih empat poin dari Persis Solo. Situasi ini menjadi alarm serius bagi tim asal Pulau Madura menjelang dua pertandingan penentuan di akhir musim.

Madura United sebenarnya membuka harapan setelah Jordy Wehrmann mencetak gol cepat pada menit ke-5. Keunggulan 0-1 bahkan mampu dipertahankan hingga babak pertama usai.

Namun dominasi tim tamu runtuh pada babak kedua. Bhayangkara FC tampil menekan dan berhasil membalikkan keadaan lewat gol Ryo Matsumura menit ke-62, Bernard Doumbia menit ke-66, serta Moussa Sidibe pada menit ke-87.

Karateker Madura United, Rakhmad Basuki mengungkapkan perubahan jalannya pertandingan terjadi setelah gelandang kreatif Iran Junior mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-17.

“Pertandingan berubah drastis setelah Iran Junior ditarik keluar akibat cedera. Saat itu kami kehilangan pengatur ritme permainan,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach RB usai laga.

Menurutnya, kondisi tersebut dimanfaatkan Bhayangkara FC untuk meningkatkan tekanan dari berbagai lini hingga fokus permainan anak asuhnya mulai menurun setelah gol penyeimbang tercipta.

“Kami tetap mengapresiasi kerja keras pemain yang terus berusaha mengejar keadaan meski hasil akhir tidak sesuai harapan,” katanya.

Sementara itu, pemain Madura United Paulo Sitanggang mengakui timnya sempat mengendalikan jalannya pertandingan sebelum tekanan agresif lawan mengubah situasi di lapangan.

“Di sepak bola semuanya bisa berubah cepat. Kami mencoba merespons, tetapi Bhayangkara tampil lebih agresif,” ucap Paulo.

Madura United kini dihadapkan pada tekanan besar menghadapi laga tandang kontra PSIM Yogyakarta pada pekan ke-33 Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (17/5/2026). Kekalahan kembali berpotensi menyeret tim berjuluk Laskar Sape Kerrab masuk ke jurang degradasi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.