Lonjakan Wisata Banyuwangi Dipuji, Dampak Riil Dipertanyakan

oleh -26 Dilihat
oleh
Lonjakan Wisata Banyuwangi Dipuji, Dampak Riil Dipertanyakan
Ribuan pengunjung memadati berbagai wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi selama libur lebaran. (Foto:istimewa)
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Sebanyak 240.632 wisatawan tercatat memadati Banyuwangi selama libur Lebaran 2026 dalam rentang 18 Maret hingga 29 Maret. Angka ini melonjak hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa dan meningkat sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 224.329 kunjungan.

Lonjakan signifikan tersebut kembali menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, di balik klaim pertumbuhan positif, muncul pertanyaan mengenai kesiapan infrastruktur dan pemerataan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi kepada wisatawan dan pelaku jasa wisata yang dinilai mampu menjaga kenyamanan selama masa libur panjang. Ia menyebut pelayanan yang optimal menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan.

“Kami berterima kasih kepada wisatawan dan pelaku jasa wisata yang telah menjaga kualitas pelayanan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, mengungkapkan sejumlah destinasi favorit yang menjadi penyumbang utama lonjakan kunjungan. Pantai Pulau Merah tercatat sebagai lokasi terpadat dengan 37.292 wisatawan, disusul Pantai Marina Boom dengan lebih dari 34 ribu pengunjung.

Selain dua destinasi tersebut, sejumlah lokasi lain seperti De Djawatan, Banyuwangi Park, Grand Watudodol, Desa Wisata Tamansari, Kawah Ijen, Jopuro, hingga Pantai Mustika juga mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai membuka destinasi baru seperti Agro Wisata Tamansuruh dan Taman Dewa Wisata Using di Kecamatan Glagah pascarevitalisasi. Kedua lokasi ini diklaim mulai menarik minat wisatawan meski belum ada data rinci terkait kontribusinya terhadap total kunjungan.

Meski lonjakan wisatawan disebut berdampak positif terhadap sektor ekonomi seperti restoran, UMKM, dan pusat oleh-oleh, belum terdapat pemaparan detail terkait distribusi manfaat tersebut, khususnya bagi pelaku usaha kecil di kawasan non-destinasi utama.

Lonjakan ini juga memunculkan kebutuhan evaluasi menyeluruh terhadap daya dukung lingkungan, kapasitas destinasi, serta pengelolaan arus wisata agar tidak menimbulkan tekanan berlebih terhadap ekosistem dan fasilitas publik di Banyuwangi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.