Logistik dan Digital Pacu Ekonomi Mojokerto

oleh -80 Dilihat
Logistik dan Digital Pacu Ekonomi Mojokerto
Logistik dan Digital Pacu Ekonomi Mojokerto
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto menegaskan sektor transportasi–pergudangan serta informasi dan komunikasi menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan ini terungkap dalam Analisis Shift Share terbaru yang menunjukkan pergeseran struktur ekonomi ke arah yang lebih kompetitif dan berbasis digital pascapandemi.

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menyatakan analisis shift share digunakan untuk mengidentifikasi sektor yang kinerjanya melampaui wilayah pembanding. “Analisis ini memperlihatkan sektor-sektor dengan daya saing relatif lebih kuat,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Sektor Transportasi dan Pergudangan mencatat lonjakan paling menonjol dengan rata-rata nilai shift share +10,48. Tren positif yang konsisten selama empat tahun terakhir ini mencerminkan meningkatnya arus distribusi barang dan jasa di Mojokerto.

“Ini menandakan mobilitas barang dan jasa kian intensif, sekaligus efek lanjutan dari pertumbuhan industri dan perdagangan yang mendorong aktivitas logistik,” jelas Yuhenny.

Sektor Informasi dan Komunikasi juga tampil dominan dengan rata-rata pertumbuhan positif +8,49 per tahun. Percepatan adopsi teknologi digital oleh pelaku usaha dan masyarakat menjadi faktor pendorong utama.

Lonjakan tajam terjadi pada sektor Pengadaan Listrik dan Gas yang mencatat nilai shift share +25,90 pada 2023. Sektor energi dinilai berperan vital dalam menopang industri manufaktur dan infrastruktur digital.

“Rata-rata sektor listrik dan gas mencapai +8,11. Ini menunjukkan perannya yang strategis dalam mendukung pertumbuhan industri dan transformasi digital daerah,” tegasnya.

Sementara itu, sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial menunjukkan kinerja solid dengan rata-rata +6,56, seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan tumbuhnya investasi fasilitas medis swasta.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih tertahan. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum hanya mencatat rata-rata +2,18, menandakan pemulihan pariwisata yang masih lambat pascakrisis kesehatan global. Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi juga relatif lemah dengan angka +0,86, mengindikasikan perlunya inovasi dan perluasan inklusi keuangan.

Kinerja stagnan turut terlihat pada sektor Konstruksi (+0,25) dan Jasa Perusahaan (+2,90). Adapun sektor Pertambangan dan Penggalian konsisten berada di zona negatif dengan rata-rata -4,70, yang dinilai sebagai sinyal transisi menuju ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Yuhenny menekankan, data ini menjadi pijakan penting bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah. “Hasil analisis ini diharapkan menjadi dasar penguatan sektor unggulan sekaligus pembenahan sektor yang masih tertinggal,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.