Linjam Siaga 24 Jam, Jemaah Dilarang Sendiri

oleh -80 Dilihat
oleh
Linjam Siaga 24 Jam, Jemaah Dilarang Sendiri
PPIH Siagakan Linjam 24 Jam, Jemaah Haji 2026 Diimbau Tak Bepergian Sendirian
banner 468x60

MADINAH, Garudasatunews.id – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengerahkan pengamanan ketat melalui personel Perlindungan Jemaah (Linjam) yang disiagakan penuh selama 24 jam guna mengawal kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Madinah pada Rabu, 22 April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya mobilitas jemaah sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan dan kendala logistik di lapangan.

Laporan dari wartawan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kementerian Agama RI menyebutkan, selain fokus pada pengamanan fisik, petugas juga memberikan pendampingan terhadap persoalan teknis seperti barang tercecer. Jemaah secara tegas diimbau untuk tidak bepergian sendirian dan wajib membawa identitas resmi berupa Kartu Nusuk setiap kali beraktivitas di luar hotel.

Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara, Ali Nurohim, mengungkapkan sebanyak 60 personel telah disebar di sejumlah titik strategis di Madinah. Penempatan ini difokuskan pada area dengan kepadatan tinggi, termasuk jalur pergerakan jemaah dari hotel menuju Masjid Nabawi, yang kini mulai dipadati rombongan dari berbagai embarkasi, khususnya Jawa Timur.

“Agar jemaah merasa aman dan yakin bahwa mereka berada dalam perlindungan petugas selama menjalankan ibadah,” ujar Ali saat ditemui di Kantor Daker Madinah, Senin (20/4/2026).

Pengamanan yang dilakukan tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga responsif terhadap berbagai potensi persoalan di lapangan. Linjam turut menangani kasus koper tertukar atau hilang serta memastikan jalur perjalanan jemaah tetap aman dan terkendali.

“Jika ada barang yang tertukar atau hilang, Linjam akan membantu penelusuran hingga ditemukan. Selain itu, jalur dari pemondokan ke Masjid Nabawi juga dalam pengawasan untuk menjamin keamanan jemaah,” tegasnya.

Ali menambahkan, kehadiran petugas selama 24 jam merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman maksimal, sekaligus menghilangkan kekhawatiran jemaah selama menjalankan ibadah.

Namun demikian, PPIH menilai faktor kedisiplinan jemaah tetap menjadi kunci utama. Jemaah diminta tidak berjalan sendiri dan minimal bergerak dalam kelompok kecil untuk menghindari risiko tersesat atau terpisah di tengah kerumunan.

“Minimal dua orang. Jangan sampai terpisah dari rombongan agar bisa saling membantu jika terjadi kesulitan,” ujarnya mengingatkan.

Selain itu, Kartu Nusuk disebut sebagai dokumen vital yang wajib selalu dibawa. Tanpa kartu tersebut, jemaah berpotensi mengalami hambatan akses saat memasuki kawasan Masjid Nabawi.

“Kartu Nusuk harus dijaga dan selalu dibawa agar ibadah berjalan lancar tanpa kendala administratif,” pungkas Ali.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.