Lima SMPN Ponorogo Terapkan Kelas Internasional

oleh -20 Dilihat
oleh
Lima SMPN Ponorogo Terapkan Kelas Internasional
Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Ponorogo memperluas langkah peningkatan mutu pendidikan dengan membuka International Class Program (ICP) di lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri pada Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global melalui penguatan kompetensi akademik dan penguasaan bahasa asing.

Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo memastikan hanya lima SMP Negeri yang ditunjuk untuk menyelenggarakan kelas internasional. Kebijakan selektif itu dilakukan berdasarkan hasil penilaian kesiapan sekolah dari aspek sumber daya pendidikan, kualitas tenaga pengajar, hingga pengembangan sistem pembelajaran berbasis standar internasional.

Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengungkapkan bahwa program ICP telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dan terus dikembangkan sebagai wadah bagi siswa berprestasi akademik untuk memperoleh layanan pendidikan yang lebih kompetitif.

“Untuk tahun ajaran 2026/2027, ada lima SMP Negeri yang melaksanakan ICP, yakni SMPN 1 Ponorogo, SMPN 2 Ponorogo, SMPN 4 Ponorogo, SMPN 6 Ponorogo, dan SMPN 1 Jetis,” ujar Nurhadi, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kelas internasional bukan sekadar program unggulan, melainkan instrumen pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas akademik siswa sekaligus memperkuat kemampuan berbahasa Inggris sebagai bekal menghadapi persaingan global.

Dindik Ponorogo juga menegaskan pelaksanaan ICP tidak akan mengurangi atau menambah jumlah keseluruhan kuota peserta didik baru yang telah ditetapkan pada masing-masing sekolah. Setiap kelas internasional dibatasi antara 25 hingga 30 siswa guna menjaga efektivitas proses belajar mengajar.

“Pagu untuk kelas ICP antara 25 sampai 30 siswa setiap kelas. Jadi tidak mengubah total pagu siswa yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Dalam implementasinya, ICP mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge yang selama ini dikenal sebagai salah satu standar pendidikan internasional. Skema tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan literasi yang lebih kuat, pola pikir adaptif, serta daya saing yang lebih tinggi di tengah perkembangan dunia pendidikan global.

Kebijakan ini sekaligus menjadi indikator keseriusan Pemkab Ponorogo dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan kompetisi internasional yang semakin ketat.

“ICP ini menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge. Harapannya kualitas pendidikan di Ponorogo terus meningkat dan siswa memiliki daya saing lebih tinggi,” pungkas Nurhadi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.