Lima Kuliner Legendaris Jombang Saat Muktamar NU

oleh -44 Dilihat
oleh
Lima Kuliner Legendaris Jombang Saat Muktamar NU
Selain dikenal sebagai Kota Santri, Jombang juga memiliki beragam makanan legendaris yang telah bertahan lintas generasi.
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang tidak hanya menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta dan pengunjung untuk mengenal kekayaan kuliner daerah. Sejumlah makanan legendaris dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu sekaligus menikmati cita rasa khas Jombang.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang diperkirakan ramai didatangi muktamirin dari berbagai daerah.

Salah satu kuliner yang menarik perhatian adalah lele bumbu rujak Warung Bu Jujuk di kawasan Tambakberas. Warung tersebut telah eksis sejak 1980 dan kini dikelola generasi kedua. Menu lele bumbu rujak menjadi salah satu sajian yang dikenal di kalangan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Selain lele bumbu rujak, kuliner tradisional Jombang juga menawarkan beragam sajian yang merepresentasikan karakter masakan Jawa Timur. Pilihan tersebut antara lain sego sadukan, nasi sederhana dengan pelengkap sayur dan lauk tradisional; pecel Rembang dengan bumbu kacang; serta soto dhog yang dikenal dengan karakter penyajiannya yang khas.

Kuliner lain yang dapat menjadi pilihan adalah orem-orem, olahan berbahan tempe dengan kuah santan gurih yang biasa disantap bersama lontong dan kerupuk. Ada pula lontong kikil dengan kuah berbumbu rempah dan tekstur kikil yang lembut.

Kehadiran muktamirin dalam jumlah besar berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kuliner lokal. Warung makan, pedagang tradisional, hingga usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan memiliki peluang mendapatkan peningkatan permintaan selama rangkaian Muktamar berlangsung.

Namun, ramainya pengunjung juga perlu diimbangi dengan pelayanan dan kebersihan pangan yang baik. Pelaku usaha dituntut menjaga kualitas makanan, kebersihan tempat, serta memberikan informasi harga secara jelas agar pengalaman kuliner para tamu tetap positif.

Dengan demikian, agenda Muktamar ke-35 NU di Jombang tidak hanya menjadi perhelatan organisasi keagamaan, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkenalkan kekayaan kuliner lokal. Bagi muktamirin, mencicipi makanan tradisional dapat menjadi bagian dari pengalaman mengenal lebih dekat karakter sosial dan budaya masyarakat Jombang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.