PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Pengungkapan kasus pencurian yang menimpa wisatawan mancanegara di kawasan Gunung Bromo berakhir tanpa hasil signifikan. Dari tujuh koper yang dilaporkan hilang, aparat hanya menemukan dua koper dalam kondisi kosong di aliran sungai.
Kegagalan mengamankan barang bukti utama tersebut menjadi sorotan terhadap jaminan keamanan destinasi wisata internasional. Sebagian besar barang berharga milik korban diduga telah rusak atau hanyut sebelum proses penyisiran dilakukan.
Kapolres AKBP Latif mengatakan dua koper ditemukan di hulu sungai dan belum sempat terbawa arus lebih jauh. Namun, seluruh perangkat elektronik yang sebelumnya dicuri dilaporkan telah dihancurkan oleh pelaku lalu dibuang ke perairan Kademangan.
Tindakan perusakan itu menghilangkan peluang korban untuk menyelamatkan data maupun barang elektronik yang memiliki nilai penting. Polisi menyebut para pelaku sengaja menghancurkan barang karena takut terlacak melalui sinyal perangkat.
Sejumlah kalangan jasa wisata menilai penanganan perkara ini lamban dan berpotensi merusak kepercayaan wisatawan asing. Selain kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah, tidak optimalnya pemulihan barang bukti dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pelaku berulang.
Penyidik menegaskan motif kejahatan murni pencurian dan tidak berkaitan dengan persaingan usaha jasa wisata, meski salah satu tersangka diketahui pernah berkecimpung di sektor tersebut.
(Red-Garudasatunews)
















