Ledakan Wisatawan Papuma, Pengawasan Harga Dipertanyakan

oleh -43 Dilihat
oleh
Ledakan Wisatawan Papuma, Pengawasan Harga Dipertanyakan
Pantai Papuma Jember (foto Diskominfo Jember)
banner 468x60

JEMBER, Garudasatunews.id – Lonjakan wisatawan selama tiga hari libur Lebaran, 21–23 Maret 2026, mengundang sorotan terhadap kesiapan pengelolaan destinasi Pantai Watu Ulo dan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tercatat 10.942 pengunjung memadati kawasan tersebut, memicu pertanyaan soal kontrol lapangan dan potensi kerawanan layanan.

Data resmi dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Jember menunjukkan tren peningkatan signifikan: 1.079 pengunjung pada 21 Maret, melonjak menjadi 3.742 pada 22 Maret, dan memuncak lebih dari 6.121 wisatawan pada 23 Maret 2026. Kenaikan tajam ini dinilai belum sepenuhnya diimbangi transparansi kesiapan infrastruktur dan pengawasan.

Kepala dinas, Bobby Arie Sandi, mengklaim pemerintah telah mengantisipasi lonjakan dengan penataan sektor kuliner guna mencegah praktik harga tidak wajar. Namun, belum ada rincian mekanisme pengawasan maupun sanksi tegas terhadap pelanggaran di lapangan.

Pemerintah daerah juga menggandeng UMKM setempat dengan menyediakan paket makan ekonomis mulai Rp40 ribu per orang hingga Rp180 ribu untuk empat orang. Skema ini disebut sebagai upaya stabilisasi harga, meski efektivitas implementasinya di tengah lonjakan wisatawan masih belum teruji secara menyeluruh.

Di sisi lain, kebijakan tiket terintegrasi seharga Rp12.500 untuk dua destinasi disebut sebagai faktor utama peningkatan kunjungan. Kebijakan ini dinilai mendorong aksesibilitas, tetapi sekaligus berpotensi meningkatkan beban kapasitas kawasan tanpa kontrol jumlah pengunjung yang ketat.

Bupati Muhammad Fawait menyebut daya tarik utama kawasan ini terletak pada keindahan alamnya, termasuk klaim pasir putih yang langka di pantai selatan Jawa Timur. Pernyataan tersebut memperkuat promosi, namun tidak menjawab kekhawatiran soal daya dukung lingkungan dan keselamatan wisatawan.

Pemerintah mengaku telah menyiapkan pengaturan lalu lintas melibatkan kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, serta menyediakan ambulans dan tenaga kesehatan di sejumlah titik. Rumah sakit pemerintah dan puskesmas juga disiagakan, namun belum ada laporan evaluasi real-time terkait efektivitas langkah tersebut di tengah lonjakan ekstrem.

Lonjakan wisatawan ini membuka celah evaluasi serius terhadap tata kelola destinasi unggulan Jember, khususnya terkait pengawasan harga, kapasitas layanan, dan mitigasi risiko di lapangan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.