SURABAYA, Garudasatunews.id – Ledakan mengguncang kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Polisi menduga insiden tersebut dipicu kebocoran pada selang instalasi LPG yang digunakan di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi.
Peristiwa terjadi ketika aktivitas memasak baru berlangsung. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kebocoran selang yang terhubung dengan tabung LPG membuat gas keluar dan sempat memicu alarm pendeteksi kebocoran sebelum akhirnya terjadi ledakan.
Kapolsek Mulyorejo Kompol Subadri mengatakan kebocoran terjadi saat pekerja melakukan pemasangan selang LPG. Instalasi tersebut terhubung dengan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram. Di lokasi juga terdapat tabung LPG lain yang diduga ikut terdampak setelah ledakan pertama terjadi.
“LPG dari awal dengan kebocoran selang LPG. Selang bocor, alarm LPG menyala. Terjadi pembekuan LPG dan meledak,” kata Subadri.
Ledakan berlangsung cepat sehingga pekerja di dalam rumah makan tidak sempat menyelamatkan diri. Lima orang mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis. Para korban kemudian mendapat perawatan lebih lanjut di rumah sakit di Surabaya.
Dampak ledakan tidak hanya mengenai bangunan sumber kejadian. Sejumlah ruko dan bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda. Data awal kepolisian menyebut sekitar 20 ruko terdampak, terdiri atas bangunan yang mengalami kerusakan berat maupun kerusakan ringan, terutama pada bagian kaca. Namun, laporan lapangan lainnya mencatat jumlah bangunan terdampak lebih besar sehingga pendataan masih perlu diverifikasi.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa insiden kebocoran LPG di ruang usaha dapat berkembang menjadi keadaan darurat dalam waktu sangat singkat. Alarm kebocoran yang sempat berbunyi menjadi salah satu titik penting yang kini perlu ditelusuri, termasuk bagaimana prosedur penanganan dilakukan sebelum ledakan terjadi.
Polisi bersama tim Inafis, Labfor dan Gegana Polda Jawa Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas memastikan tidak menemukan indikasi bahan peledak atau bom di lokasi. Sejumlah barang bukti, antara lain tabung LPG 50 kilogram, kompor gas, kipas angin dan selang instalasi, diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab teknis pasti ledakan masih menunggu hasil analisis laboratorium dan pemeriksaan barang bukti. Karena itu, dugaan kebocoran selang LPG belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan akhir sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.
Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penggunaan instalasi LPG di tempat usaha, terutama pemeriksaan selang, sambungan, regulator, serta respons ketika alarm kebocoran berbunyi. Evaluasi terhadap prosedur keselamatan penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban maupun kerusakan yang lebih luas.
(Red-Garudasatunews)















