Layanan Konsumsi Haji Dipuji, Evaluasi Buah Mengemuka

oleh -28 Dilihat
oleh
Layanan Konsumsi Haji Dipuji, Evaluasi Buah Mengemuka
: Jemaah haji Indonesia, Sukarti mendapatkan makaan 3 kali sehari.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Layanan konsumsi reguler bercita rasa Nusantara bagi jemaah haji Indonesia di Makkah menuai apresiasi. Sejumlah jemaah menilai menu yang disediakan pemerintah tidak hanya sesuai lidah Indonesia, tetapi juga dinilai mampu menjaga kondisi fisik di tengah suhu ekstrem Arab Saudi yang mencapai 43 derajat Celsius menjelang fase Armuzna.

Kualitas distribusi makanan dan pasokan air mineral dalam jumlah besar disebut menjadi faktor penting dalam menopang kebugaran 173.928 jemaah haji Indonesia selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Pengelolaan logistik yang berjalan tertib dinilai menjadi indikator keberhasilan pelayanan haji tahun ini.

Laporan Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI menyebutkan, menu harian yang disajikan kepada jemaah terdiri dari makanan khas Indonesia seperti nasi putih, ayam, ikan, tempe, teri, hingga terong balado. Hidangan tersebut dinilai memudahkan adaptasi jemaah, terutama kelompok lanjut usia.

Jemaah asal Embarkasi JKB 13 Pandeglang, Banten, Uswatun Hasanah, mengaku menu yang diterima terasa familiar dan sesuai dengan pola makan sehari-hari di tanah air. Menurutnya, kesesuaian rasa menjadi faktor penting agar jemaah tetap mampu menjaga kondisi tubuh selama ibadah.

“Menu yang saya terima ada nasi putih, ayam, ikan, terong balado. Rasanya pas dan cocok seperti makanan di rumah,” ujarnya saat ditemui di Hotel Al-Hidayah, Aziziyah, Makkah, Jumat (15/5/2026).

Distribusi makanan disebut dilakukan tiga kali sehari langsung ke kamar jemaah oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Mekanisme distribusi yang melibatkan ketua rombongan membuat pembagian berjalan cepat dan minim antrean.

Meski demikian, sejumlah jemaah meminta adanya evaluasi terkait tambahan buah segar dalam setiap sesi makan. Usulan itu dinilai penting untuk membantu menjaga hidrasi tubuh jemaah di tengah cuaca panas ekstrem.

“Buah sebaiknya bisa ditambah di setiap sesi makan karena sekarang belum selalu tersedia,” kata Uswatun.

Selain konsumsi, ketersediaan air mineral dalam jumlah besar di hotel juga mendapat perhatian positif dari jemaah. Pasokan air dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan cairan selama berada di Makkah.

Jemaah lansia asal Kadubumbang, Pandeglang, Arisah, mengaku tidak mengalami kendala kesehatan maupun gangguan pencernaan selama mengonsumsi makanan katering yang disediakan pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap kualitas katering. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, melakukan inspeksi mendadak ke dapur katering di Sektor 10 Makkah guna memastikan standar higienitas dan kesesuaian menu dengan kontrak layanan.

Menurut Jaenal, kualitas makanan menjadi faktor krusial dalam menjaga ketahanan fisik jemaah selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.

Selain pengawasan katering, pemerintah juga mengapresiasi keberadaan warung makan Nusantara di area komersial Hotel Al Hidayah. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai mampu mengobati kerinduan jemaah terhadap masakan Indonesia sekaligus memberi dampak ekonomi bagi diaspora Indonesia di Arab Saudi.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.