Lamongan Raih Dua Penghargaan FESyar Jatim 2026

oleh -51 Dilihat
oleh
Lamongan Raih Dua Penghargaan FESyar Jatim 2026
Pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Lamongan mendapat pengakuan dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Timur 2026.
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan meraih dua penghargaan dalam penutupan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Timur 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Dua penghargaan tersebut yakni Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta Pariwisata Ramah Muslim. Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Penghargaan tersebut menjadi catatan bagi Lamongan dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah, khususnya melalui sektor kuliner dan pariwisata. Pemerintah daerah dinilai turut berkontribusi dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

Emil menjelaskan, keberadaan Zona KHAS tidak semata-mata berkaitan dengan label halal pada produk makanan. Aspek kebersihan dan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam konsep tersebut.

Sementara konsep pariwisata ramah muslim, menurut Emil, bukan berarti membatasi wisatawan berdasarkan agama. Konsep itu justru diarahkan agar destinasi tetap terbuka bagi semua wisatawan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim melalui dukungan fasilitas yang diperlukan.

“Pariwisata muslim friendly artinya tetap welcome siapapun, tetapi bagi wisatawan muslim merasa tenang. Misalnya dengan penyediaan penunjuk kiblat, sarana prasarana, serta makanan halal,” ujar Emil.

Bagi Lamongan, pengakuan tersebut juga membuka ruang untuk melihat ekonomi syariah bukan sekadar agenda seremonial. Sektor UMKM, industri halal, kuliner, perdagangan hingga pariwisata memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan daerahnya memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan ekonomi syariah melalui berbagai sektor tersebut. Momentum FESyar Jatim 2026 diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM dan sektor pariwisata meningkatkan daya saing, kualitas produk serta layanan.

“Semoga ini menjadi pemacu untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lamongan. Kuliner halal dan pariwisata ramah muslim tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Yuhronur.

Di sisi lain, penghargaan tersebut menempatkan tantangan berikutnya pada keberlanjutan program. Penguatan ekonomi syariah tidak hanya bergantung pada penghargaan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah dan pelaku usaha mengubah potensi sektor halal menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan basis UMKM, kuliner, perdagangan dan pariwisata, Lamongan memiliki ruang untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing produk daerah.

Capaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian FESyar Jawa 2026 yang digelar di Surabaya pada 25–27 September 2026. Secara regional, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat akses pasar, pembiayaan, serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.