Kunjungan Edukasi Bencana Jatim Naik Usai Lebaran

oleh -36 Dilihat
oleh
Kunjungan Edukasi Bencana Jatim Naik Usai Lebaran
Kunjungan Edukasi Bencana di Tenpina BPBD Jatim
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Aktivitas edukasi kebencanaan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jawa Timur kembali menggeliat setelah sempat merosot selama periode Ramadan dan Lebaran. Lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak awal pekan ini, menandai kembalinya mobilisasi siswa ke ruang pembelajaran mitigasi bencana.

Dua lembaga pendidikan tercatat membuka kembali arus kunjungan, yakni TK Al-Fajar Sedati Sidoarjo pada Senin (30/3/2026), disusul KB-TK Anak Sholeh Sukodono Sidoarjo pada Selasa (31/3/2026). Sedikitnya 80 siswa bersama guru pendamping mengikuti rangkaian pembelajaran yang difasilitasi Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).

Materi yang diberikan tidak sekadar pengenalan teori. Siswa diajak memahami berbagai jenis bencana yang kerap terjadi di Jawa Timur melalui simulasi langsung, termasuk penggunaan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) yang dilengkapi skenario evakuasi gempa bumi dan tsunami.

Pembelajaran berlanjut ke area simulator gempa, Mini Zoo, hingga Taman Baca Tangguh. Di titik ini, pendekatan literasi dikombinasikan dengan metode story telling, yang menyasar pemahaman anak-anak secara lebih kontekstual terhadap risiko bencana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengakui adanya penurunan kunjungan selama masa libur keagamaan. Namun, tren saat ini menunjukkan pemulihan yang signifikan.

“Kunjungan mulai kembali normal. Harapannya, peningkatan kapasitas kebencanaan sejak dini dapat menekan risiko, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak,” ujarnya.

Dari sisi peserta, pihak sekolah menilai metode pembelajaran yang diterapkan cukup efektif. Kepala KB-TK Anak Sholeh, Ida Rislina, menyebut anak didiknya mampu memahami jenis bencana secara langsung melalui pengalaman simulatif.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung simulasi gempa, sehingga lebih mudah memahami situasi darurat,” katanya.

Data internal Tenpina BPBD Jatim mencatat, sedikitnya 13 sekolah dan komunitas pendidikan telah menjadwalkan kunjungan sepanjang April 2026. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring adanya konfirmasi awal dari sejumlah lembaga pendidikan yang belum menetapkan jadwal pasti.

Lonjakan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran edukasi kebencanaan pascalibur panjang, sekaligus menguji konsistensi program mitigasi dalam menjangkau kelompok usia dini secara berkelanjutan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.