JAKARTA, Garudasatunews.id – TNI Angkatan Laut menargetkan kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi asal Italia bergabung ke jajaran alutsista nasional sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 2026.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan proses pengadaan masih berlangsung melalui negosiasi antara TNI AL, Angkatan Laut Italia, pabrikan Fincantieri, dan Kementerian Pertahanan.
“Untuk Garibaldi masih dalam proses. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujar Ali usai meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta, Kamis (12/2).
Sebagai bagian dari persiapan, delegasi TNI AL yang dipimpin Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda Yayan Sofiyan melakukan kunjungan ke kapal induk Angkatan Laut Thailand, HTMS Chakri Naruebet, di Pangkalan Sattahip. Kunjungan tersebut difokuskan pada pertukaran pengalaman operasional kapal induk, termasuk tantangan dan peluang pengoperasiannya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menyebut kunjungan itu juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama strategis kawasan ASEAN. Thailand, kata dia, mengapresiasi kemampuan Indonesia dalam membangun kapal perang secara mandiri.
KSAL menegaskan kehadiran kapal induk bukan untuk kepentingan invasi, melainkan sebagai instrumen diplomasi dan penguatan soft power. Kapal sepanjang 180 meter itu diproyeksikan mendukung misi kemanusiaan serta distribusi logistik ke wilayah terpencil pada masa damai.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan kekuatan TNI AL yang saat ini berfokus sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.
ITS Giuseppe Garibaldi berbobot sekitar 13 ribu ton dan memiliki potensi dimodifikasi menjadi kapal induk pembawa wahana udara nirawak (drone), sejalan dengan perkembangan teknologi maritim global. (Red-Garudasatunews)















