
PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Krisis minimnya peserta didik baru kembali membayangi SDN Jungcangcang 3 Pamekasan pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah dasar yang berlokasi di Kecamatan Pamekasan ini tercatat hanya berhasil menjaring tiga siswa baru untuk tahun ajaran kali ini terdiri dari dua siswa laki-laki dan satu siswa perempuan.
Kondisi memprihatinkan ini bukanlah hal baru. Pada tahun ajaran 2025/2026 lalu, sekolah ini bahkan mencatat rekor yang lebih sunyi dengan hanya mendapatkan satu orang siswa baru.
Kepala SDN Jungcangcang 3, Achmad Muslim, mengungkapkan bahwa pada awalnya antusiasme pendaftar cukup menjanjikan. Namun, kondisi berbalik drastis saat tahun ajaran baru resmi dimulai.
“Pendaftar awalnya ada 10 orang, dan mereka semua sebelumnya sudah menyatakan siap bersekolah di sini. Namun, saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai, ternyata hanya tiga siswa yang datang,” ujar Muslim saat dikonfirmasi pada Selasa (14/7/2026).
Setelah ditelusuri pihak sekolah, ketatnya persaingan dengan sekolah sekitar menjadi alasan utama menyusutnya jumlah siswa. Tujuh calon siswa lainnya diketahui memutuskan untuk berpindah dan masuk ke sekolah lain yang lokasinya berdekatan.
Menanggapi fenomena berulang ini, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mustofa Afif, menegaskan bahwa krisis ini harus menjadi alarm dan perhatian bersama antara pihak sekolah serta pemerintah daerah.
Meski jumlah murid sangat minim, Afif menekankan bahwa hak belajar para siswa tidak boleh dikorbankan.
“Berapa pun jumlah siswanya, kegiatan belajar mengajar harus tetap dilanjutkan,” tegas Ketua Fraksi Partai NasDem tersebut.
Ia memaparkan, dampak dari minimnya siswa ini sangat sistemik. Mulai dari berkurangnya alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima, hingga potensi turunnya motivasi mengajar para guru.
“Ini tentu juga berdampak pada psikologi guru yang mengajar di sana karena siswanya hanya tiga orang. Oleh karena itu, harus ada inovasi nyata dari sekolah dan dinas terkait. Jangan sampai kondisi ini terkesan dibiarkan dan berjalan apa adanya tanpa solusi,” pungkas Afif.(adc)

















