Korban Terseret Ombak Pulau Merah Ditemukan Meninggal

oleh -37 Dilihat
oleh
Korban-Terseret-Ombak-Pulau-Merah-Ditemukan-Meninggal
Korban-Terseret-Ombak-Pulau-Merah-Ditemukan-Meninggal
banner 468x60

BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak saat memancing di kawasan Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jumat (17/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian memasuki hari ketiga.

Korban diketahui bernama Muhammad Jafar Sodiq (35), warga Dusun Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Berdasarkan keterangan resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 10.10 WIB di perairan yang berjarak kurang lebih 1,45 mil laut dari titik awal kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., mengatakan seluruh unsur SAR memulai operasi hari ketiga dengan briefing pada pukul 06.30 WIB sebelum melakukan penyisiran di sejumlah sektor pencarian yang telah ditentukan.

Operasi pencarian dilakukan secara terpadu melalui tiga Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran permukaan laut menggunakan perahu karet Basarnas bersama perahu nelayan. Tim kedua menyisir wilayah perairan menggunakan speed boat milik Life Guard Pantai Pulau Merah. Sementara tim ketiga melaksanakan pencarian dari udara dengan memanfaatkan drone thermal guna memperluas jangkauan pemantauan.

Setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Puskesmas Sumberagung untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut I Made Oka Astawa, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Polsek Pesanggaran, Koramil Pesanggaran, Pos TNI AL Pancer, Polairud Polres Banyuwangi, Life Guard Pantai Pulau Merah, RAPI, Satpol PP, Kecamatan Pesanggaran, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR secara resmi kami tutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” ujar I Made Oka Astawa.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang dan cuaca berpotensi membahayakan keselamatan. Hingga berita ini diterbitkan, tidak terdapat keterangan resmi mengenai adanya unsur kelalaian maupun faktor lain di luar kondisi yang telah disampaikan oleh otoritas SAR. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.