Koperasi Desa Berputar Puluhan Juta Tanpa Gedung

oleh -26 Dilihat
oleh
Koperasi Desa Berputar Puluhan Juta Tanpa Gedung
Koperasi Desa Merah Putih Desa Sawentar Kabupaten Blitar.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Operasional 65 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Blitar menunjukkan anomali menarik, dengan perputaran uang mencapai Rp10 juta hingga Rp25 juta per bulan meski tanpa dukungan infrastruktur bangunan baru.

Data Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Blitar mencatat seluruh koperasi tersebut telah berjalan aktif, meski belum memanfaatkan rencana pembangunan gedung senilai Rp3 miliar yang sebelumnya disiapkan.

Alih-alih menggunakan fasilitas baru, mayoritas KDMP justru beroperasi dengan memanfaatkan aset desa, seperti kantor desa, hingga rumah pengurus, bahkan sebagian bekerja sama dengan koperasi yang telah lebih dulu eksis.

“Rata-rata sekitar Rp25 juta, ada yang Rp10 juta. Yang penting sekarang masih memulai untuk mencukupi kebutuhan anggota,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, Senin (30/3/2026).

Fakta lain yang mencuat, seluruh aktivitas usaha koperasi tersebut dijalankan murni dari modal internal berupa simpanan anggota, tanpa bergantung pada bantuan permodalan pemerintah.

Skema ini dinilai mampu menjaga kemandirian koperasi, sekaligus memperlihatkan bahwa roda ekonomi tetap dapat bergerak tanpa intervensi anggaran besar dari luar.

“Alhamdulillah, sudah ada 65 yang mulai menjalankan usahanya. Yang penting kita sudah memulai embrionya,” tegas Sri Wahyuni.

Namun kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan terhadap urgensi pembangunan gedung baru bernilai miliaran rupiah. Dengan capaian perputaran ekonomi saat ini, efektivitas investasi infrastruktur tersebut menjadi sorotan.

Di satu sisi, pemerintah berharap keberadaan gedung baru dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperbesar perputaran ekonomi. Namun di sisi lain, keberhasilan awal tanpa fasilitas tersebut memunculkan potensi pemborosan jika tidak dikelola secara tepat.

“Masih pakai yang lama, ada yang di kantor desa, ada yang di rumah pengurus,” tambahnya.

Situasi ini menempatkan KDMP pada persimpangan antara efisiensi berbasis komunitas dan ekspansi berbasis infrastruktur, yang berpotensi menentukan arah keberlanjutan koperasi di masa depan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.