Konvoi Brutal Berujung Bacok, Dua Pelaku Ditangkap

oleh -98 Dilihat
oleh
Konvoi Brutal Berujung Bacok, Dua Pelaku Ditangkap
Konvoi Brutal Berujung Bacok, Dua Pelaku Ditangkap
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id — Kasus pembacokan brutal yang terjadi di Kecamatan Menganti akhirnya terungkap. Aparat Satreskrim Polres Gresik menangkap dua pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap seorang pelajar, dengan indikasi keterkaitan pada konvoi kelompok tertentu di jalan raya.

Dua tersangka berinisial DS (22), warga Balongpanggang, dan G alias Pikolo ditangkap di wilayah Malang setelah sempat melarikan diri. Penangkapan dilakukan menyusul penyelidikan intensif berbasis laporan korban serta penelusuran jejak pergerakan pelaku.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (19/4) di Perempatan Jalan Raya Bringkang, Menganti, Gresik. Korban, MFK (18), seorang pelajar asal Desa Boteng, diserang secara tiba-tiba saat terjebak kemacetan yang dipicu konvoi sekelompok pemuda.

Tanpa peringatan, korban dibacok dari arah belakang menggunakan senjata tajam. Sabetan mengenai punggung kiri hingga menyebabkan luka robek serius. Korban yang panik langsung menyelamatkan diri dan menjalani perawatan medis sebelum melapor ke polisi.

Hasil penyelidikan mengarah pada keterlibatan rombongan konvoi yang diduga terkait kelompok perguruan silat. Polisi menilai situasi konvoi yang tidak terkendali menjadi pemicu terjadinya kekerasan di ruang publik, meski motif pasti masih dalam pendalaman.

Tim Resmob kemudian melacak keberadaan pelaku hingga ke Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dalam operasi penangkapan pada Rabu dini hari (23/4), kedua tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Kasatreskrim Polres Gresik, Arya Widjaya, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan peran berbeda dari masing-masing pelaku.

“DS kami tetapkan sebagai pelaku utama pembacokan dan dijerat Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan. Sementara G diduga berperan menyediakan senjata tajam, dan keterlibatannya masih kami dalami,” ujarnya, Kamis (24/4/2026).

Meski pelaku telah ditangkap, aparat masih menelusuri motif utama di balik aksi brutal tersebut. Dugaan sementara mengarah pada tindakan spontan akibat emosi dalam situasi konvoi, namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, termasuk potensi rivalitas kelompok.

Kasus ini kembali membuka celah lemahnya pengawasan terhadap konvoi kelompok di jalan raya yang berujung tindakan kriminal. Aparat diminta tidak hanya menindak pelaku, tetapi juga mengantisipasi pola kekerasan serupa yang berpotensi terulang. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.