KONI Jatim Soroti Prestasi Silat Tak Seimbang

oleh -33 Dilihat
oleh
KONI Jatim Soroti Prestasi Silat Tak Seimbang
Pembukaan Kejurprov Pencak Silat di Surabaya.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, M. Nabil, melontarkan peringatan keras kepada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim agar tidak terlena dengan membludaknya jumlah peserta dalam kejuaraan yang digelar secara mandiri. Menurutnya, euforia peserta tanpa diikuti lonjakan prestasi hanya akan menjadi catatan kosong dalam pembinaan olahraga daerah.

Nabil tetap memberikan apresiasi terhadap keberanian IPSI Jatim menggelar kejuaraan besar tanpa bergantung pada dukungan pihak lain. Namun, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari ramainya peserta yang turun bertanding.

“Jangan hanya ramai peserta, tetapi prestasi stagnan. Harus ada lompatan kualitas,” tegas Nabil, Minggu (17/5/2026).

Ia menilai Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) menjadi momentum krusial karena jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027 semakin dekat dengan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Kondisi itu dinilai menuntut IPSI Jatim bergerak cepat melakukan pemetaan atlet potensial melalui kompetisi yang terbuka dan terukur.

Nabil juga mengingatkan agar pola penunjukan atlet tanpa mekanisme pertandingan tidak lagi dipertahankan. Ia menekankan seleksi atlet wajib dilakukan secara objektif berbasis hasil kompetisi demi menjaga kualitas pembinaan dan regenerasi atlet pencak silat Jawa Timur.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki modal besar untuk mendominasi pencak silat nasional karena jumlah perguruan silat di daerah ini disebut terbesar di Indonesia. Karena itu, ia menyebut akan menjadi ironi besar apabila dominasi perguruan tidak mampu diterjemahkan menjadi prestasi emas di ajang PON.

“Nomor pertandingan ada 22. Sangat ironis kalau Jawa Timur tidak menjadi kekuatan besar pencak silat,” ujarnya.

Sebagai langkah pembinaan jangka panjang, IPSI Jatim disebut berkomitmen menggelar sedikitnya empat kejuaraan setingkat Kejurprov setiap tahun. Agenda itu diklaim untuk menjaga atmosfer persaingan tetap hidup sekaligus mempercepat regenerasi atlet menuju level nasional.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.