Komitmen Zero Halinar Lapas Malang Dipertanyakan

oleh -23 Dilihat
oleh
Komitmen Zero Halinar Lapas Malang Dipertanyakan
Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Toar saat memimpin apel.
banner 468x60

MALANG, Garudasatunews.id – Pergantian kepemimpinan di Lapas Kelas I Malang ditandai dengan deklarasi komitmen Zero Halinar oleh kepala lapas baru, Christo Victor Nixon Toar. Namun, langkah seremonial ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas implementasi di lapangan, mengingat isu handphone ilegal, pungutan liar, dan peredaran narkoba masih kerap mencuat di lembaga pemasyarakatan.

Apel ikrar digelar di Lapangan Senopati pada Senin (20/4/2026), diikuti seluruh jajaran petugas, termasuk staf, regu pengamanan, CASN Pemasyarakatan, peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan, serta mahasiswa praktik kerja. Christo memimpin langsung pembacaan ikrar yang diikuti serentak oleh peserta.

Dalam pernyataannya, Christo menegaskan bahwa komitmen Zero Halinar bukan sekadar formalitas, melainkan janji yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme seluruh petugas dalam menjaga marwah institusi pemasyarakatan.

“Ikrar yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan janji yang mengikat dan harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Meski demikian, publik menyoroti bahwa deklarasi serupa telah berulang kali dilakukan di berbagai lapas tanpa diikuti perubahan signifikan. Praktik penyelundupan telepon seluler, pungutan liar, hingga peredaran narkoba masih menjadi persoalan laten yang belum sepenuhnya teratasi.

Christo menyatakan seluruh jajaran memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah pelanggaran terkait HALINAR. Ia juga mengingatkan bahwa integritas tidak boleh berhenti pada tataran slogan, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Ikrar adalah janji, dan janji adalah tanggung jawab yang harus ditepati,” tegasnya.

Ia menambahkan, tindakan tegas akan diambil terhadap setiap pelanggaran, termasuk terhadap petugas internal yang terbukti terlibat. Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci mekanisme pengawasan internal maupun indikator keberhasilan yang akan digunakan untuk memastikan komitmen Zero Halinar benar-benar berjalan efektif.

Penguatan sistem pengawasan, transparansi, serta akuntabilitas menjadi tantangan utama bagi kepemimpinan baru Lapas Malang agar deklarasi tersebut tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menghasilkan perubahan nyata di dalam lembaga. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.