Kolaborasi ASEAN Unusa Digenjot, Dampak Nyata Dipertanyakan

oleh -36 Dilihat
oleh
Kolaborasi ASEAN Unusa Digenjot, Dampak Nyata Dipertanyakan
Unusa, diwakili Direktur Kerjasama dan Pemeringkatan Global, Dr. Ika Mardiyanti, hadir P2A Indonesia Chapter Annual Meeting 2026 di Bandung.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperluas jejaring internasional melalui forum P2A Indonesia Chapter Annual Meeting 2026 di Bandung. Agenda ini difokuskan pada penguatan mobilitas akademik di kawasan ASEAN, namun efektivitas implementasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan masih menjadi sorotan.

Direktur Kerjasama dan Pemeringkatan Global Unusa, Dr. Ika Mardiyanti, hadir langsung untuk menjajaki peluang kerja sama, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga program magang lintas negara. Meski peluang tersebut terbuka, belum ada rincian kuota, mekanisme seleksi, maupun kesiapan pendanaan untuk mendukung keberlanjutan program.

Keikutsertaan dalam konsorsium Passage to ASEAN (P2A) disebut sebagai langkah strategis membuka akses kolaborasi global. Namun, kontribusi konkret Unusa dalam konsorsium tersebut serta capaian sebelumnya belum dipaparkan secara transparan.

“P2A merupakan konsorsium internasional yang memfasilitasi interaksi antarperguruan tinggi di ASEAN, baik dalam bentuk inbound maupun outbound student, research, dan internship,” ujar Ika, Senin (20/4/2026).

Program ini juga dikaitkan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam peningkatan mobilitas akademik. Namun, belum ada evaluasi terbuka terkait dampak langsung mobilitas tersebut terhadap kualitas lulusan dan daya saing di pasar kerja internasional.

Forum tahunan ini dihadiri sejumlah pimpinan perguruan tinggi besar di Indonesia, termasuk perwakilan dari Telkom University, Universitas Islam Indonesia, dan Binus University. Diskusi berfokus pada penyelarasan program serta prinsip timbal balik antaranggota konsorsium, tetapi belum dijelaskan indikator keberhasilan kerja sama tersebut secara terukur.

Partisipasi Unusa dalam forum internasional ini disebut sebagai komitmen meningkatkan kualitas pendidikan. Di sisi lain, publik menilai perlu adanya transparansi capaian dan hasil konkret agar kerja sama global tidak sekadar menjadi agenda seremonial tanpa dampak signifikan bagi mahasiswa dan dosen. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.