Kloter Solo Pertama, Gelombang II Haji Dimulai

oleh -34 Dilihat
oleh
Kloter Solo Pertama, Gelombang II Haji Dimulai
Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal sedang menjelaskan tentang kedatangan perdana jemaah haji gelombang II di Jeddah.
banner 468x60

MAKKAH, Garudasatunews.id – Penerimaan jemaah haji Indonesia gelombang kedua resmi dimulai di Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Kamis (7/5/2026). Kloter SOC 44 asal Solo tercatat sebagai rombongan pertama yang mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, sebelum diberangkatkan menuju Makkah dalam rangkaian awal fase krusial operasional haji 1447 Hijriah.

Laporan lapangan yang dihimpun dari Media Center Haji (MCH) Kementerian Haji RI mengungkap, pola pergerakan jemaah pada gelombang kedua berbeda signifikan dibanding gelombang pertama. Seluruh jemaah kini diarahkan langsung menuju Jeddah dan diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Indonesia, menandai kesiapan langsung menjalankan rangkaian ibadah setibanya di Makkah.

Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, mengonfirmasi bahwa kloter SOC 44 dijadwalkan tiba di pemondokan sekitar pukul 09.55 Waktu Arab Saudi. Pada hari pertama, sedikitnya 15 kloter akan masuk ke Makkah, mempercepat kepadatan jemaah dalam waktu singkat.

Di sisi lain, proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah masih berlangsung. Data terbaru menunjukkan sekitar 110 kloter atau lebih dari 42.000 jemaah telah tiba di Makkah, setara 45 persen dari total gelombang pertama sejak pergerakan dimulai pada 30 April lalu. Kondisi ini menimbulkan tekanan operasional pada layanan akomodasi, transportasi, dan kesehatan.

Perubahan signifikan juga terjadi pada pola kedatangan. Jika sebelumnya jadwal relatif terprediksi, kini arus jemaah berlangsung tanpa jeda selama 24 jam. Situasi ini memaksa petugas bekerja penuh waktu untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan dari dua jalur sekaligus, yakni Madinah dan Jeddah.

Dalam aspek kesehatan, otoritas haji menetapkan standar operasional ketat. Jemaah diwajibkan beristirahat terlebih dahulu setibanya di hotel sebelum melaksanakan umrah wajib. Kebijakan ini diambil menyusul durasi perjalanan panjang dari Indonesia ke Jeddah yang mencapai 9 jam, ditambah perjalanan darat menuju Makkah selama 2 hingga 3 jam.

Sementara itu, penguatan personel dilakukan secara masif. Petugas dari Daker Madinah dan Bandara yang telah menyelesaikan tugasnya kini digeser ke Makkah dengan status BKO (diperbantukan). Penambahan ini difokuskan pada titik-titik rawan kepadatan, khususnya di sekitar Masjidil Haram yang diperkirakan mengalami lonjakan signifikan akibat pertemuan jemaah dua gelombang.

Meski otoritas menyatakan kesiapan penuh, peningkatan volume jemaah dalam waktu bersamaan tetap menjadi tantangan serius yang membutuhkan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan gangguan layanan maupun risiko keselamatan di lapangan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.