SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan penghapusan penggunaan plastik sekali pakai di seluruh sekolah di Jawa Timur. Kebijakan ini ditegaskan sebagai langkah strategis membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.
Instruksi tersebut disampaikan saat Expo SMK Jatim di Surabaya, Sabtu (14/2/2026), sebagai bagian dari implementasi visi Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Khofifah menegaskan, institusi pendidikan harus menjadi motor perubahan dalam membangun budaya ramah lingkungan. Ia menyebut kebiasaan sederhana yang dibangun dari bangku sekolah akan berdampak besar terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami yakin aksi kecil ini membawa dampak besar bagi kelestarian bumi,” ujar Khofifah, dikutip Selasa (17/2/2026).
Salah satu langkah konkret yang diterapkan adalah penggunaan tumbler sebagai standar baru di lingkungan sekolah guna menekan volume sampah plastik yang selama ini mendominasi limbah pendidikan.
Gerakan ini tidak berhenti di sekolah. Khofifah juga mendorong kebijakan serupa diterapkan di seluruh perkantoran Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar transformasi gaya hidup bersih berjalan menyeluruh.
“Sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan,” tegasnya.
Pemprov Jatim menargetkan budaya bebas plastik menjadi kebiasaan permanen melalui kebijakan institusional yang konsisten dan berkelanjutan. Sektor pendidikan diposisikan sebagai contoh utama dalam transisi ekologi demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan bersih secara sistemik.
(Red-Garudasatunews)














