SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Anugerah Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dalam rangkaian peringatan Hari Veteran Nasional 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi LVRI atas kiprah dan pengabdian Khofifah.
Penganugerahan berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus. Peringatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjuangan para veteran sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai kejuangan kepada generasi penerus.
Anugerah Bintang LVRI diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap pihak yang dinilai memiliki perhatian dan kontribusi terhadap perjuangan, pengabdian, serta nilai-nilai yang diwariskan para veteran.
Bagi Jawa Timur, penghargaan tersebut juga memiliki konteks penting. Provinsi ini memiliki sejarah panjang perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk rangkaian pertempuran di Surabaya yang menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan bangsa. Penetapan 10 Agustus sebagai Hari Veteran Nasional sendiri berkaitan dengan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Momentum penganugerahan itu sekaligus menempatkan penghormatan terhadap veteran bukan sebatas seremoni tahunan. Persoalan yang lebih substansial adalah bagaimana nilai perjuangan, pengabdian, dan kepedulian terhadap kesejahteraan veteran tetap diterjemahkan dalam kebijakan serta program yang nyata.
Legiun Veteran Republik Indonesia selama ini tidak hanya berfungsi sebagai organisasi yang menghimpun para veteran, tetapi juga menjadi wadah untuk memperjuangkan hak-hak veteran dan meneruskan semangat patriotisme kepada generasi muda.
Karena itu, pemberian Bintang LVRI kepada Khofifah dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, sebagai penghargaan atas kiprah penerima. Kedua, sebagai pengingat bahwa penghormatan kepada veteran perlu diwujudkan secara berkelanjutan, terutama melalui perhatian terhadap kesejahteraan mereka dan pewarisan nilai perjuangan kepada generasi berikutnya.
Peringatan Hari Veteran Nasional 2026 pun menjadi momentum untuk memastikan jasa para veteran tidak berhenti dalam bentuk penghargaan simbolik. Semangat perjuangan tersebut diharapkan tetap menjadi bagian dari pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.
(Red-Garudasatunews)















