Khofifah: Sukses Harus Disertai Keberkahan

oleh -59 Dilihat
oleh
Khofifah Sukses Harus Disertai Keberkahan
Khofifah saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus XXI Pondok Pesantren Al-Amin di Kota Mojokerto
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dan produktivitas, tetapi juga harus diiringi dengan ikhtiar spiritual untuk memperoleh keberkahan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus XXI Pondok Pesantren Al-Amin di Sunrise Hotel, Kota Mojokerto, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Khofifah menyatakan bahwa tradisi pendidikan pesantren telah membuktikan pentingnya keseimbangan antara usaha lahiriah dan ikhtiar batin dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, tangguh, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, lembaga pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter kebangsaan yang kuat.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Amin yang berdiri sejak tahun 2000. Ia menyebut pesantren tersebut konsisten menjaga tradisi keilmuan, pembentukan akhlak, serta pengabdian sosial di tengah masyarakat.

Khofifah secara khusus mengapresiasi Plt Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin, Akhmad Jazuli, yang dinilainya memiliki kontribusi dalam memperkuat jejaring ulama dan pesantren.

Ia menegaskan bahwa nilai keberkahan juga menjadi bagian dari orientasi pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui implementasi misi Nawa Bhakti Satya, khususnya pada program Jatim Amanah dan Jatim Berkah.

Kepada para santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Amin, Khofifah menekankan bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang, konsistensi, serta ketekunan dalam menjaga nilai-nilai pesantren.

“Proses itu tidak instan. Perjalanan yang saya lalui dari anggota DPR, menteri, hingga menjadi gubernur merupakan proses panjang yang harus dijalani dengan kesungguhan,” ujar Khofifah.

Ia juga menegaskan pentingnya riyadhah atau ikhtiar spiritual sebagai pendamping kerja produktif dalam mencapai kesuksesan dan keberkahan hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Akhmad Jazuli menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Al-Amin terus mengembangkan pendidikan berbasis karakter, akhlak, dan keterampilan. Selain pendidikan keagamaan, pesantren juga membekali santri dengan berbagai program vokasi dan keterampilan praktis, termasuk bidang pertanian hidroponik.

“Santri yang kembali ke masyarakat harus membawa bekal ilmu, akhlak, dan keterampilan hidup sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Akhmad Jazuli.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.