SURABAYA,Garudasatunews.id —Korupsi seolah tak pernah benar-benar pergi dari negeri ini. Ia tumbuh, berkembang, dan bahkan semakin berani masuk ke berbagai ruang kekuasaan. Ketika korupsi dilakukan oleh mereka yang seharusnya mengemban amanah rakyat, yang dirampas bukan hanya uang negara, tetapi juga masa depan masyarakat.
Ironisnya, rakyat kecil selalu menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Ketika anggaran publik diselewengkan, pelayanan kesehatan bisa memburuk. Ketika dana pendidikan dikorupsi, anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Ketika proyek pembangunan dimainkan, masyarakat harus menerima infrastruktur yang tidak berkualitas. Pada akhirnya, rakyat membayar mahal untuk keserakahan segelintir orang.
Korupsi bukan sekadar persoalan angka dalam laporan keuangan. Korupsi adalah persoalan kemanusiaan. Di balik uang negara yang digelapkan, ada keluarga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, ada anak yang belajar dalam keterbatasan, ada masyarakat yang menunggu pembangunan yang tak kunjung selesai, dan ada rakyat yang terus dipaksa bertahan di tengah kehidupan yang semakin berat.
Yang lebih memprihatinkan adalah ketika korupsi mulai dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Jika masyarakat sampai terbiasa mendengar pejabat terjerat kasus korupsi, maka ada bahaya yang jauh lebih besar nanti nya.
Entah sampai kapankah semua ini akan berakhir atau akan semakin parah & menjamur ulah para koruptor ini, semoga lekas membaik negeri ku tercinta ini ucap Yanuar. (REd-GSN)











