Kepala BGN Klaim Mundur, Istana Belum Beri Pernyataan Resmi

oleh -31 Dilihat
oleh
Kepala BGN Klaim Mundur, Istana Belum Beri Pernyataan Resmi
Kepala BGN Klaim Mundur, Istana Belum Beri Pernyataan Resmi
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek S Deyang, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya karena akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan pada akun Facebook yang diakui sebagai miliknya, Rabu (22/7/2026). Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pengumuman resmi dari Istana Kepresidenan maupun Badan Gizi Nasional mengenai pengunduran diri tersebut maupun penunjukan penggantinya.

Dalam unggahannya, Naniek menyebut telah berpamitan kepada Presiden sebelum berangkat menjalani pengobatan. Ia mengatakan keputusan mencari penanganan medis di luar negeri dilakukan untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya, bukan karena meragukan kompetensi tenaga medis di Indonesia.

Naniek juga mengklaim Presiden memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui permohonan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN. Menurut pengakuannya, Presiden tetap meminta dirinya memberikan masukan terhadap pelaksanaan tugas BGN melalui mekanisme pengawasan apabila nantinya dibentuk dewan pengawas.

Meski demikian, pernyataan tersebut masih bersumber dari unggahan media sosial pribadi dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Istana maupun BGN. Oleh karena itu, informasi mengenai status jabatan dan mekanisme penggantian pimpinan lembaga masih menunggu keterangan resmi dari pemerintah.

Dalam pesan yang sama, Naniek turut menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, guna mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Naniek juga membantah anggapan bahwa MBG memiliki tujuan politik menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, mayoritas penerima manfaat program saat ini merupakan balita dan siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih pada penyelenggaraan pemilu mendatang.

Selain itu, ia menilai pelaksanaan MBG memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM, hingga pedagang sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan. Ia mengaku menerima informasi bahwa saat program sempat terhenti selama masa libur sekolah, sebagian pelaku usaha mengalami penurunan penyerapan hasil produksi.

Naniek juga mengungkapkan telah melakukan sejumlah langkah pembenahan di lingkungan BGN sebelum menyampaikan pengunduran diri. Ia menyebut terdapat pergantian sejumlah pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga serta pembentukan 11 tim reformasi untuk mengevaluasi pelaksanaan Program MBG.

Menurut keterangannya, evaluasi tersebut mencakup ketepatan sasaran penerima manfaat, efektivitas operasional ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penguatan implementasi program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di akhir unggahannya, Naniek menyatakan akan memprioritaskan proses pemulihan kesehatan sesuai rekomendasi keluarga dan tim medis. Ia juga mengajak masyarakat terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi nasional.

Hingga berita ini dipublikasikan, Garudasatunews.id masih menunggu pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan, Badan Gizi Nasional, maupun pihak terkait mengenai kepastian pengunduran diri Naniek S Deyang serta kebijakan pemerintah mengenai keberlanjutan kepemimpinan di BGN. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat keterangan resmi dari otoritas yang berwenang.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.