Kepala Bappeda Jatim Dituntut Pahami Budaya Lokal

oleh -27 Dilihat
oleh
Kepala Bappeda Jatim Dituntut Pahami Budaya Lokal
Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Khoirul Anam
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Proses pengisian jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur mendapat sorotan dari kalangan akademisi. Posisi strategis yang menentukan arah pembangunan daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif dan teknokratis, tetapi juga harus ditopang pemahaman mendalam terhadap karakter sosial dan budaya masyarakat Jawa Timur.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Khoirul Anam, menegaskan bahwa kompleksitas wilayah Jawa Timur menuntut pemimpin Bappeda yang mampu memahami keragaman budaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

Menurut Khoirul, Jawa Timur memiliki sedikitnya lima kawasan budaya utama, yakni Arek, Mataraman, Madura, Tapal Kuda, dan Pantura. Masing-masing kawasan memiliki karakter komunikasi, pola interaksi sosial, serta kebutuhan pembangunan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang tidak seragam.

“Keberhasilan pembangunan ditentukan kemampuan memahami konteks sosial, budaya, politik, dan regulasi yang menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Khoirul di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Transformasi Sosial (Puspolnas) Umsura itu menilai, pemahaman terhadap regulasi pemerintahan harus berjalan seiring dengan kemampuan membaca karakter masyarakat. Tanpa sensitivitas terhadap kondisi sosial lokal, kebijakan publik berpotensi mengalami hambatan saat diterapkan di lapangan.

Ia menegaskan bahwa efektivitas sebuah kebijakan tidak hanya ditentukan kualitas perencanaan, tetapi juga sejauh mana perumus kebijakan memahami lingkungan sosial tempat kebijakan tersebut dijalankan.

“Kebijakan yang responsif hanya dapat lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan sosial dan hukum tempat kebijakan tersebut diterapkan,” katanya.

Dalam struktur pemerintahan daerah, Kepala Bappeda memiliki peran sentral karena terlibat langsung dalam penyusunan arah pembangunan dan menjadi bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Posisi tersebut menuntut kemampuan komunikasi yang kuat dengan DPRD, organisasi perangkat daerah, hingga berbagai elemen masyarakat.

Khoirul menilai, berbagai program pembangunan yang gagal mencapai target sering kali dipicu lemahnya koordinasi dan komunikasi antar-pemangku kepentingan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikator penting bahwa kemampuan membangun jejaring komunikasi harus menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi calon Kepala Bappeda.

“Kompetensi teknis tanpa sensitivitas lokal berisiko melahirkan kebijakan yang baik secara konseptual, tetapi kurang efektif dalam implementasi,” tegasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sistem meritokrasi tetap harus menjadi dasar utama dalam pengisian jabatan strategis pemerintahan. Namun, figur birokrat yang telah memahami karakter sosial dan budaya Jawa Timur dinilai memiliki nilai tambah dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah.

Khoirul juga mengingatkan bahwa apabila jabatan strategis tersebut diisi figur dari luar daerah, hal itu berpotensi memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pembinaan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Ini dapat menjadi alarm bahwa investasi pengembangan talenta aparatur daerah perlu dievaluasi agar mampu melahirkan pemimpin birokrasi lokal,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang berkembang, jabatan Kepala Bappeda Jawa Timur hingga kini masih dijabat pelaksana tugas (Plt) M Yasin yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur.

Sejumlah nama sebelumnya masuk dalam bursa calon Kepala Bappeda Jatim, di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Iwan, Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jatim Ramliyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Muhammad Isa Anshori, serta Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.

Nama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai juga sempat disebut dalam daftar kandidat. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, Aries diperkirakan tetap dipertahankan pada jabatan yang saat ini diembannya.

Perkembangan terbaru menunjukkan persaingan menuju kursi Kepala Bappeda Jatim mengerucut pada dua nama, yakni Iwan dan Hendro Gunawan. Keduanya disebut memiliki peluang besar untuk menduduki posisi yang berperan penting dalam mengendalikan arah perencanaan dan pembangunan Provinsi Jawa Timur.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.