Kemenhaj Perketat Arus Balik Jemaah Haji

oleh -33 Dilihat
oleh
Kemenhaj Perketat Arus Balik Jemaah Haji
Kemenhaj Perketat Arus Balik Jemaah Haji
banner 468x60

MADINAH, Garudasatunews.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memperketat pengawasan fase pemulangan jemaah haji menyusul tingginya volume pergerakan penumpang pada puncak arus balik musim haji 2026. Hingga Jumat (5/6/2026), tercatat sebanyak 23.365 jemaah dan petugas haji reguler telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju berbagai debarkasi di Indonesia.

Selain memperkuat pengawasan terhadap ketentuan bagasi dan dokumen perjalanan, otoritas perhajian juga mengantisipasi dampak perubahan operasional penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, akibat meningkatnya kepadatan lalu lintas udara selama masa kepulangan jemaah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan seluruh proses pemulangan jemaah reguler maupun khusus terus dipantau untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.

“Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jemaah haji reguler maupun haji khusus terus dikawal secara intensif agar berjalan tertib, aman, nyaman, dan lancar,” ujar Ichsan di Madinah.

Sebagai bagian dari penyesuaian operasional bandara, sejumlah penerbangan maskapai Saudia Airlines yang mengangkut jemaah Indonesia dialihkan dari Terminal Haji menuju Terminal Internasional atau Terminal 1. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk mengurangi kepadatan di area keberangkatan selama periode puncak pemulangan.

Merespons perubahan tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara melakukan penyesuaian layanan dengan menempatkan personel tambahan di Terminal 1. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah, termasuk pendampingan lansia dan pemeriksaan dokumen perjalanan, tetap berjalan optimal.

“Kami mengimbau jemaah untuk mengikuti arahan petugas, memperhatikan informasi nomor gate keberangkatan, dan tetap berada di area tunggu yang telah ditentukan karena pengaturan gate dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional bandara,” kata Ichsan.

Data pemulangan menunjukkan dari total 59 kelompok terbang (kloter), sebanyak 56 kloter yang membawa 21.948 jemaah dan 224 petugas telah tiba di Indonesia. Sementara itu, sektor haji khusus juga mencatat progres pemulangan yang signifikan dengan total 8.070 orang yang telah kembali ke Tanah Air, terdiri atas 7.702 jemaah dan 368 petugas.

Dalam aspek administrasi perjalanan, Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga dokumen penting, terutama paspor dan kartu identitas, dengan menempatkannya di tas kecil yang mudah diawasi selama perjalanan.

“Paspor merupakan dokumen perjalanan yang sangat penting. Jangan sampai hilang. Apabila terjadi kehilangan, segera laporkan kepada ketua kloter dan petugas haji agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses keberangkatan di bandara, maskapai penerbangan menerapkan sistem penimbangan koper bagasi di hotel jemaah dua hari sebelum jadwal penerbangan. Setelah melalui proses pemeriksaan dan penyegelan, jemaah diminta tidak menambahkan barang apa pun ke dalam koper yang telah lolos proses pemeriksaan.

Otoritas penerbangan juga menegaskan batasan bagasi yang wajib dipatuhi jemaah, yakni satu tas dokumen pribadi, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi utama dengan batas berat hingga 32 kilogram.

Perhatian khusus diberikan terhadap larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi. Petugas mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat menyebabkan koper dibongkar kembali saat pemeriksaan keamanan, sehingga berpotensi menghambat proses distribusi bagasi dan jadwal penerbangan.

“Keberadaan air zamzam di dalam koper dapat menghambat proses pemeriksaan, menyebabkan pembongkaran koper, keterlambatan distribusi bagasi, bahkan mengganggu kelancaran kepulangan jemaah lainnya,” tegas Ichsan.

Sebagai pengganti, pemerintah telah menyiapkan distribusi resmi air zamzam kemasan 5 liter yang akan diberikan kepada setiap jemaah setibanya di debarkasi masing-masing di Indonesia.

Sementara itu, jemaah yang masih menunggu jadwal kepulangan di Arab Saudi diminta menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menghindari paparan cuaca panas ekstrem guna memastikan kondisi fisik tetap prima hingga waktu keberangkatan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.