KEK Tembakau Madura Disorot, Janji vs Realisasi

oleh -43 Dilihat
oleh
KEK Tembakau Madura Disorot, Janji vs Realisasi
Foto: Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah pemilihan (Dapil) Madura, R. Harisandi Savari.
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id — Dukungan terhadap rencana penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kembali menguat di tingkat legislatif. Namun di balik optimisme tersebut, muncul sorotan terhadap lambannya proses penetapan serta kesiapan implementasi yang dinilai belum sepenuhnya teruji.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Madura, R. Harisandi Savari, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah pusat yang tengah mengkaji KEK Tembakau Madura. Ia menilai kebijakan ini sebagai peluang strategis untuk mengangkat kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan.

“Kami mengapresiasi komitmen pemerintah provinsi dalam mengawal KEK ini hingga ke pusat. Ini bentuk keberpihakan terhadap petani dan ekonomi Madura,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Namun, pernyataan tersebut beriringan dengan catatan kritis terkait realitas di lapangan. Selama ini, potensi tembakau Madura dinilai belum terkelola dalam sistem industri terintegrasi, sehingga nilai tambah yang diterima petani masih terbatas.

KEK Tembakau Madura digadang-gadang menjadi “game changer” yang mampu mengubah pola lama menjadi ekosistem industri modern. Skema ini mencakup integrasi dari hulu hingga hilir, mulai produksi, pengolahan, distribusi, hingga ekspor.

Meski demikian, belum adanya kepastian waktu penetapan dari pemerintah pusat menimbulkan tanda tanya. Harisandi secara terbuka mendesak percepatan keputusan agar program tidak terjebak dalam birokrasi berkepanjangan.

“Kami mendorong pemerintah pusat segera mengambil keputusan. Jangan sampai potensi besar ini tertunda karena proses administratif,” tegasnya.

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur, regulasi turunan, serta perlindungan terhadap petani lokal menjadi isu krusial yang belum sepenuhnya dijawab. Tanpa kesiapan tersebut, KEK berisiko hanya menjadi proyek konsep tanpa dampak nyata.

DPRD Jawa Timur menyatakan siap memberikan dukungan melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penguatan kebijakan daerah. Namun efektivitas dukungan tersebut tetap bergantung pada sinkronisasi lintas sektor dan komitmen pemerintah pusat.

Rencana besar ini kini berada di persimpangan antara peluang dan tantangan. Jika terealisasi dengan matang, KEK Tembakau Madura berpotensi menjadi motor ekonomi baru. Sebaliknya, tanpa percepatan dan kesiapan konkret, program ini rawan menjadi janji yang berulang tanpa implementasi nyata. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.