SIDOARJO Garudasatunews.id – Kondisi rusak parah Jalan Lingkar Timur Sidoarjo akhirnya mendapat perhatian setelah kecelakaan fatal menewaskan seorang pengendara. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana turun langsung meninjau lokasi kerusakan jalan pada Minggu (8/3/2026), menyusul keluhan masyarakat yang telah lama memperingatkan bahaya di jalur tersebut.
Kerusakan jalan berupa lubang besar dan permukaan bergelombang akibat aspal mengelupas membuat ruas ini rawan kecelakaan, terutama pada malam hari saat visibilitas pengendara terbatas. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor utama kecelakaan maut yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
“Pada Jumat dini hari lalu, seorang pengendara asal Singosari, Malang, meninggal dunia setelah terperosok ke lubang jalan,” ujar Mimik saat melakukan peninjauan di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kini mengusulkan tambahan anggaran ke pemerintah pusat untuk melanjutkan proyek betonisasi Jalan Lingkar Timur yang selama ini berjalan bertahap. Tahap kedua direncanakan mencakup pembangunan sepanjang 4 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp84 miliar.
Menurut Mimik, tahap pertama betonisasi sebelumnya telah dikerjakan sepanjang 1,8 kilometer dengan anggaran sekitar Rp37 miliar. Sementara tahap kedua direncanakan membentang dari kawasan Prasung hingga sekitar Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Betonisasi tahap pertama sudah 1,8 kilometer. Untuk tahap kedua sepanjang 4 kilometer dengan anggaran Rp84 miliar, Insya Allah akan direalisasikan pada tahun 2026 ini,” katanya.
Ia juga menyebut pemerintah daerah merencanakan betonisasi tahap ketiga yang ditargetkan menyambung hingga kawasan traffic light Candi pada tahun 2027 guna memastikan seluruh jalur Lingkar Timur memiliki kualitas jalan yang lebih kuat dan aman.
Selain perbaikan konstruksi jalan, pemerintah daerah juga menyoroti lalu lintas kendaraan berat yang kerap melintas di jalur tersebut. Wakil bupati meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) segera memasang rambu kelas jalan untuk mengatur kendaraan bertonase besar.
Masalah lain yang disorot adalah sistem drainase di sepanjang ruas jalan. Mimik menilai buruknya aliran air sering menyebabkan genangan saat hujan yang mempercepat kerusakan permukaan jalan.
“Saya juga minta drainase dibangun dengan baik agar aliran air lancar dan tidak terjadi genangan yang bisa merusak jalan,” tegasnya.
Program betonisasi Jalan Lingkar Timur disebut mendapat dukungan dari Komisi V DPR RI daerah pemilihan Surabaya–Sidoarjo yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan DPUBMSDA Sidoarjo, Joko, mengatakan pihaknya saat ini melakukan perbaikan sementara di sejumlah titik kerusakan sepanjang sekitar 8 kilometer ruas jalan Lingkar Timur.
Perbaikan darurat tersebut ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026 guna meminimalkan risiko kecelakaan selama arus lalu lintas meningkat.
“Selama proses pengerjaan, kami mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati karena masih dalam tahap perbaikan,” kata Joko, seraya memastikan pemasangan rambu keselamatan kerja di sekitar lokasi proyek. (Red-Garudasatunews)
















