Kebakaran Mojokerto Tewaskan Lansia, Diduga Obat Nyamuk

oleh -23 Dilihat
oleh
Kebakaran Mojokerto Tewaskan Lansia, Diduga Obat Nyamuk
Petugas melakukan olah TKP di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Kebakaran rumah yang menewaskan satu orang di Dusun Sidokalang, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Sabtu malam (4/4/2026), kini dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian. Dugaan awal mengarah pada sumber api dari obat nyamuk yang memicu kobaran hingga melalap seluruh bangunan.

Tim Satreskrim Polres Mojokerto Kota bersama unit Inafis turun ke lokasi untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang terjadi secara tiba-tiba tersebut. Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan belum menyimpulkan sumber api secara final.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPK) Polres Mojokerto Kota, Ipda David, menyatakan proses olah tempat kejadian perkara terus dilakukan guna memastikan kronologi dan pemicu kebakaran.

“Peristiwa ini masih dalam penyelidikan tim Inafis untuk memastikan penyebab kebakaran rumah milik korban,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Korban diketahui bernama Markonah (53), ditemukan tewas dengan luka bakar parah di sekujur tubuh. Berdasarkan temuan awal, korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri akibat kondisi sakit stroke yang telah lama dideritanya.

“Dari temuan awal, satu penghuni rumah meninggal dunia dengan kondisi luka bakar serius,” jelasnya.

Kebakaran juga menghancurkan bangunan rumah yang didominasi material bambu, mempercepat penyebaran api dalam waktu singkat. Selain itu, dua sepeda motor jenis Honda Beat dan Honda Revo serta kursi roda milik korban turut hangus terbakar.

Petugas PMI Kota Mojokerto telah mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo untuk keperluan autopsi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang di lokasi guna kepentingan penyelidikan lanjutan.

Peristiwa ini kembali menyoroti potensi bahaya sumber api terbuka di dalam rumah. Kepolisian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan perangkat seperti obat nyamuk yang berisiko memicu kebakaran jika tidak diawasi.

Kasus ini masih didalami untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian atau faktor lain yang memperparah kebakaran hingga menelan korban jiwa. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.