Kebakaran Hutan Perhutani Sukapura, Polisi Telusuri Penyebab

oleh -26 Dilihat
oleh
Kebakaran Hutan Perhutani Sukapura, Polisi Telusuri Penyebab
Kobaran api kembali mengancam kawasan hutan di Kabupaten Probolinggo. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Perhutani RPH Wonokerso, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Senin (28/9/2026) petang.
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Perhutani RPH Wonokerso, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (28/9/2026) petang. Polisi turun langsung ke lokasi dan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya kobaran api.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Api terlihat membakar vegetasi di lereng pegunungan, di antaranya pohon cemara, alang-alang, klandingan, kaliandra, dan akasia. Kondisi medan yang terjal serta tiupan angin menjadi kendala dalam proses penanganan dan pemantauan titik api.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar bersama Wakapolres, Kapolsek Sukapura, dan personel terkait meninjau langsung lokasi kebakaran. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan api sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan.

Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, titik api masih terlihat meski kobaran dilaporkan mulai berangsur padam. Lokasi kebakaran disebut berada cukup jauh dari permukiman warga. Namun, kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat mempercepat penyebaran api.

Selain penanganan kebakaran, kepolisian melakukan pendalaman mengenai sumber api. Polisi menyatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran dengan mengumpulkan fakta di lapangan serta keterangan dari pihak-pihak terkait. Dengan demikian, penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan sebelum proses pemeriksaan selesai.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti kerawanan kebakaran hutan di wilayah Sukapura, terutama ketika vegetasi dalam kondisi kering dan angin berembus cukup kuat. Sebelumnya, kawasan Perhutani di Kecamatan Sukapura juga mengalami karhutla, termasuk kebakaran di Blok Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, yang pada Juli 2026 dilaporkan berdampak terhadap sekitar empat hingga 4,5 hektare kawasan hutan.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Masyarakat juga diminta segera melaporkan aktivitas atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran melalui layanan kepolisian 110.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.