Kebakaran Besuki Hanguskan Dua Rumah, Diduga Korsleting

oleh -37 Dilihat
oleh
Kebakaran Besuki Hanguskan Dua Rumah, Diduga Korsleting
Kebakaran melanda kawasan Besuki, 2 rumah rusak, Rabu (1/4/2026). (BPBD Situbondo)
banner 468x60

SITUBONDO, Garudasatunews.id – Kebakaran melanda permukiman padat di Kampung Kojuk, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Rabu (1/04/2026), mengakibatkan dua rumah warga rusak sedang. Insiden ini kembali menyoroti kerentanan kawasan padat terhadap risiko kebakaran.

Api pertama kali muncul sekitar pukul 10.30 WIB saat kedua pemilik rumah, Sutirjo dan Busani (Ibu Trik), tidak berada di tempat. Kondisi rumah yang kosong diduga mempercepat penyebaran api tanpa penanganan awal dari pemilik.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menyebut kebakaran diketahui dari laporan warga sekitar yang melihat percikan api hingga membesar dan menjalar ke bagian rumah lainnya.

“Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Petugas Damkar Kecamatan Besuki tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dikendalikan pada pukul 11.00 WIB, sebelum meluas ke bangunan lain di kawasan padat tersebut.

Hasil asesmen cepat menunjukkan kedua rumah memiliki konstruksi semi permanen dengan material mudah terbakar, seperti kayu dan kalsibot. Kerusakan meliputi sebagian atap, dinding, serta isi rumah, termasuk perabot dan bahan pangan.

“Status kerusakan masuk kategori sedang,” jelas Puriyono.

Kerugian materi ditaksir mencapai Rp7 juta. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini memperlihatkan potensi bahaya besar di kawasan dengan kepadatan tinggi dan material bangunan rentan.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran di permukiman padat.

Pasca kejadian, sejumlah unsur gabungan turun ke lokasi, mulai dari BPBD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, hingga relawan sosial. Koordinasi difokuskan pada penanganan darurat serta pendataan dampak.

BPBD Situbondo saat ini masih melakukan pengkajian kebutuhan pascabencana (jitupasna) untuk menentukan langkah bantuan lanjutan bagi korban terdampak.

Peristiwa ini kembali menegaskan lemahnya sistem mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk, terutama terkait instalasi listrik dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana serupa. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.