SITUBONDO, Garudasatunews.id – Kebakaran lahan ilalang seluas sekitar empat hektare melanda kawasan Perbukitan Batu Kodok, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Minggu (21/6/2026). Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, penyebab munculnya titik api hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengungkapkan laporan kebakaran diterima dari warga sekitar pukul 17.30 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pusdalops bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan unsur gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk mencegah kobaran api meluas ke area sekitar, termasuk permukiman warga.
Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan metode penyemprotan air dan cara manual menggunakan alat pemukul api (kepyok). Langkah cepat dilakukan mengingat kondisi lahan kering saat musim kemarau berpotensi mempercepat penyebaran api.
Proses penanganan kebakaran melibatkan BPBD Situbondo, Tagana Dinas Sosial, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Situbondo, personel Polsek Panji, Koramil Panji, jajaran Kecamatan Panji, Kelurahan Mimbaan, serta dukungan masyarakat setempat.
Setelah proses pemadaman selama hampir tiga jam, api berhasil dikendalikan dan dilakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Operasi pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 20.15 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen awal petugas, luas lahan ilalang yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.
Petugas gabungan masih melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan dan dampak yang ditimbulkan. Sementara itu, sumber penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, terutama pada periode cuaca kering yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.
(Red-Garudasatunews)














